Liputan6.com, Bandung - Super flu atau varian virus Influenza A subtipe H3N2 subclade K masuk kategori penyakit musiman seperti disampaikan dokter spesialis penyakit dalam Eva Noviani. Berbeda dengan virus influenza lain, super flu memiliki durasi lebih lama.
"Dia termasuk dalam influenza A. Jadi sebetulnya dia adalah virus yang menyebabkan penyakit flu musiman. Jadi musiman itu umumnya terjadi pada saat musim dingin ataupun musim hujan," ujar Eva pada acara Lentera Sehat RSUD Kota Bandung, ditulis Bandung, Jumat (13/2/2026).
Eva mengatakan ciri penyakit yang disebut super flu ini, layaknya penyakit flu pada umumnya seperti ada demam, batuk, pilek, rasa nyeri di badan. Jika ingin memastikan terjangkit superflu, Eva menyarankan pemeriksaan laboratorium seperti genom sequencing dan PCR. Sehingga diketahui pasti bahwa penyakit tersebut berasal dari virus influenza H3A2 subklade K.
Advertisement
"Tentunya kalau untuk penyakit kalau tidak ditangani dengan baik akan menyebabkan adanya gangguan aktivitas ya, minimal sehari-harinya akan terganggu. Tapi untuk influenza sendiri,untuk yang superflu ini, dia tidak menimbulkan gejala yang berat atau mematikan," ungkap Eva.
Eva menegaskan infeksi virus pada umumnya sangat bergantung dengan daya tahan tubuh seseorang. Bila stamina tubuh cukup baik dan bisa beristirahat dengan cukup, bisa sehat dan kembali beraktivitas seperti biasa.
Tetapi di beberapa orang yang memiliki penyakit penyerta (komorbid) seperti pada anak-anak atau usia rentan, usia lansia, dan juga ibu hamil, hal tersebut bisa mengakibatkan adanya gejala yang jauh lebih berat.
"Apalagi kalau pada pasien-pasien yang ada hipertensi, kencing manis, sakit jantung, ada komorbid tertentu yang bisa memperberat infeksi ini. Tapi memang harus tetap waspada, apalagi orang-orang yang komorbid, yang sudah memiliki penyakit sebelumnya," tukas Eva.
Â
Jangan Panik dan Tetap Waspada
Eva mengimbau kepada seluruh kelompok masyarakat agar jangan panik dan tetap waspada dengan adanya supe rflu ini. Pasalnya sebut Eva, selama menjaga stamina dan kebugaran tubuh maka kecil kemungkinan terpapar.
"Tidak perlu terlalu panik karena memang tidak terlaporkan. Kemungkinan untuk menjadi pandemi pun dari data-data Kemenkes ini masih jauh ya. Kalau dulu kan waktu zaman COVID, kita memang sudah ada warning bahwa menyebar dengan sangat cepat sehingga pandemi," terang Eva.
Sementara itu Eva menyebut penularan virus influenza H3A2 subklade K ini tidak ada kekhususan, hampir serupa dengan penyakit flu lainnya yakni melalui udara yang terhirup (airborne). Kemudiannya virusnya menular ke sesama individu yang salah satunya terinfeksi.
Pemutusan paparan virus ini sebut Eva, dapat dimulai dengan pola hidup bersih dan sehat (PHBS) bagi individu yang sehat agar tidak mudah terinfeksi.
"PHBS itu penting sekali dan yang sakit juga harus tertib, jadi harus kembali lagi seperti dulu jaman waktu kita COVID. Kita rajin sekali pakai masker kemana-mana, kalau sakit kita sekarang harus memakai masker. Jadi penularannya ini melalui udara, akhirnya risiko penularan juga lumayan ketika kita tidak safety," tutur Eva.
Â
Advertisement
Pakai Masker
Sekarang ini pemakaian masker sudah sangat jarang dilakukan oleh masyarakat. Bahkan oleh individu yang tengah sakit, kerap pemakaian masker diabaikan. Terpentin, ucap Eva, individu yang tengah sakit disarankan selalu menggunakan masker.
"Jangan lupa juga untuk menerapkan etika batuk. Mungkin kita masih ingat, bagaimana sih kalau kita batuk itu harus ditutup dengan menggunakan tisu. Yang paling baik itu kalau tidak ada tisu,yaitu di lengan menuju ke arah ketiak begitu itu bisa untuk mencegah ketika kita sedang sakit. Jadi memakai masker itu sangat penting untuk yang sakit," tegas Eva.
Kebersihan tangan juga harus tetap diperhatikan pada kondisi saat ini. Mencuci tangan usai beraktivitas, jelang makan dan mengosumsi makanan tertentu.
Durasi istirahat juga dianggap penting oleh Eva, dalam upaya menangkal penyakit superflu ini. Salah satunya adalah waktu tidur yang cukup.
"Karena pada saat istirahat itu kan regenerasi tubuh, pemulihan itu menjadi penting. Menjaga stamina itu tidak hanya masalah makanan, makanannya harus bergizi, tidak telat makan, kemudian juga melakukan aktivitas olahraga yang rutin. Jadi stamina itu terbentuk dari makan yang dikonsumsi, dan juga dari olahraga rutin yang bisa kita lakukan," kata Eva.
Â
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5696736/original/013814600_1778574800-cek_fakta_cpns_kemenhub.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5488956/original/064020100_1769771942-pppk_bgn_-_klaim.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9289290/original/023754000_1783397828-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-07-07T111624.224.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9289169/original/028294300_1783394455-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-07-07T102043.787.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5151593/original/006435900_1741167964-flu_keto.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8256534/original/027399300_1781161052-Vertical_500x656_-_Pentas_Bola_Dunia_2026__3_.png)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9288987/original/029872300_1783373948-000_B9FD7P2.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8309678/original/024525200_1782176074-AP26174009363435-Prancis.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9290285/original/019592500_1783448923-AP26188662265039.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9290283/original/065124300_1783447708-063_2285092809.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9290319/original/093820900_1783458944-063_2285110228.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9255377/original/086914700_1783150367-diaz.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9290273/original/087493600_1783443068-000_B9JE88E.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9290280/original/032335300_1783446810-063_2285091355.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9244197/original/033744500_1783137218-col3.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9289073/original/046291600_1783391105-bel6.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8262484/original/068324800_1781816932-AP26169744189345-Swiss.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8260848/original/087679100_1781665562-063_2281975452.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4779777/original/024592200_1711004833-IMG_1798.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5151593/original/006435900_1741167964-flu_keto.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5477487/original/061062800_1768828020-Pramono_Anggaran.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5056184/original/008915700_1734509774-Andrew_Susanto_1.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5197520/original/095088500_1745476635-IMG-20250424-WA0038.jpg)
![[Kolom Pakar] Prof Tjandra Yoga: Super Flu di Bali, China, dan Taiwan](https://cdn1-production-images-kly.akamaized.net/IWqvhGkYbNw2_44e-MR36FOyUNo=/200x113/smart/filters:quality(75):strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5474369/original/041817700_1768474284-Prof_Tjandra_Yoga_Aditama__2_.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3085200/original/084229300_1585124314-coronavirus-4942077_1280.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5472509/original/049028700_1768368140-Ilustrasi_penderita_Super_Flu.jpeg)