Cara Aman Membangun Otot untuk Perempuan Usia 30-an

Cara bangun kekuatan di usia 30-an dengan latihan otot, toning, dan protein agar tubuh tetap sehat dan bugar.

Diterbitkan 28 Oktober 2025, 18:00 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Memasuki umur 30 tahun, banyak perempuan mulai merasakan perubahan pada tubuh mereka. Lutut yang sering terasa ngilu, pinggang yang mudah pegal, dan stamina yang menurun menjadi keluhan umum. Meskipun aktivitas sehari-hari tetap harus dijalani, penting untuk memperhatikan kesehatan tubuh, terutama dalam hal massa otot.

Menurut Salsabila Avinandita Karsawinata, Co-founder Salsalivefit Gym, otot adalah fondasi bagi tubuh perempuan. "Otot menjaga tulang dan organ-organ penting tetap terlindungi serta membantu tubuh bergerak lebih kuat," ujarnya.

Jika massa otot berkurang, kata Salsabila, tubuh bisa menjadi lebih ringkih dan keluhan fisik akan lebih sering muncul.

Banyak perempuan yang ingin mulai berolahraga justru merasa takut ketika datang ke gym. Ada rasa terintimidasi melihat orang lain yang sudah lebih mahir, atau khawatir berlatih di tempat yang didominasi laki-laki. Kondisi ini seringkali menunda niat untuk memperkuat tubuh.

Pentingnya Massa Otot untuk Setiap Fase Kehidupan

Salsabila menjelaskan bahwa perempuan melewati banyak fase dalam hidup, mulai dari masa remaja, menstruasi, kehamilan, melahirkan, menyusui, hingga menopause. Semua fase ini membutuhkan kesiapan tubuh yang kuat.

"Otot memiliki peran penting dalam melindungi tulang dan organ-organ vital," tambahnya.

Jika tubuh tidak memiliki cukup otot, keluhan seperti sakit lutut atau sakit pinggang akan sering muncul, yang merupakan tanda penurunan kekuatan otot.

Terlebih lagi, ketika usia sudah masuk 30 tahun, massa otot secara alami akan menurun. Oleh karena itu, membangun otot bukan sekadar untuk penampilan, tetapi untuk memastikan tubuh tetap kuat menjalani setiap fase kehidupan.

Latihan yang Aman: Strength, Toning, dan Mobility

Salsabila menegaskan bahwa cara paling aman dan tepat bagi perempuan usia 30 tahun ke atas untuk memulai latihan adalah latihan otot.

Di Salsalivefit Gym, program difokuskan pada tiga hal utama: strength (kekuatan), toning (pengencangan), dan mobility (mobilitas). Ketiga aspek ini dirancang agar tubuh semakin kuat dan tetap bisa bergerak dengan nyaman.

Latihan otot juga disebut dapat membantu perempuan tetap awet muda. Dengan otot yang kuat, tubuh lebih terjaga, postur lebih baik, dan aktivitas sehari-hari terasa lebih ringan. "Ketika otot kuat, tubuh lebih terjaga, postur lebih baik, dan aktivitas sehari-hari terasa lebih ringan," ungkap Salsabila.

Selain olahraga, nutrisi menjadi bagian penting dalam pembentukan otot. Salsabila menyebutkan bahwa asupan protein harus tercukupi, karena protein adalah nutrisi yang paling diperlukan agar otot bisa terbentuk. Melansir dari laman American Sports and Fitness Association, protein berperan penting dalam perbaikan, pemulihan, dan pertumbuhan otot setelah berolahraga.

Protein makanan sangat penting untuk menjaga massa otot rangka dan mengoptimalkan laju sintesis protein otot (muscle protein synthesis/MPS) selama dan setelah berolahraga.

Salsabila juga menekankan bahwa pemenuhan protein di Indonesia menjadi tantangan, sehingga perempuan harus lebih memperhatikan pilihan makanan mereka agar kebutuhan protein harian bisa terpenuhi dengan baik.

Menikmati Proses Latihan

Waktu yang dibutuhkan seseorang untuk merasakan perubahan setelah rutin latihan bervariasi, karena setiap orang memiliki respons tubuh yang berbeda. "Berapa lama seseorang akan merasakan perubahan setelah rutin latihan? Tidak ada satu jawaban pasti. Setiap orang memiliki respons tubuh yang berbeda," kata Salsabila.

Ada yang merasakan perbaikan setelah satu kali latihan, ada pula yang membutuhkan beberapa kali latihan untuk merasakan perubahan. Yang terpenting adalah menikmati proses dan tidak berfokus pada target tertentu yang harus dicapai dalam waktu tertentu. Proses menuju tubuh yang lebih sehat dan kuat adalah hal utama yang harus dinikmati oleh setiap perempuan.