Mahasiswa Papua Menolak Pemekaran

Penolakan disampaikan mereka dalam unjuk rasa yang digelar di Makassar, Sulsel dan Bali. Majelis Rakyat Papua diminta disahkan sesuai dengan amanat UU Otsus Papua.

Diterbitkan 02 September 2003, 06:09 WIB
Share
Copy Link
Batalkan
Liputan6.com, Makassar: Ratusan mahasiswa Papua di Makassar berunjuk rasa di depan Monumen Mandala di Jalan Jenderal Sudirman, Makassar, Sulawesi Selatan, Senin (1/9). Selain mengecam insiden Mimika yang telah menelan korban jiwa, mereka juga menolak rencana pemekaran Provinsi Papua.

Aksi dilakukan dengan berjalan kaki dari Asrama Mahasiswa Papua menuju Monumen Mandala. Sambil membentangkan berbagai spanduk dan poster, mahasiswa berorasi yang intinya menolak pemekaran wilayah Papua. Mahasiswa yang mengenakan pakaian adat ini sempat beratraksi tari-tarian khas Papua. Ketua Fermipa John Robert Way mengatakan, pemeritah harus bertanggungjawab atas korban bentrokan di Papua.

Aksi serupa juga dilakukan puluhan mahasiswa dan warga Papua yang tergabung dalam Solidaritas Peduli Papua dan Bali ke DPRD Bali di Denpasar. Mereka meminta pemerintah mencabut Instruksi Presiden Nomor 1 Tahun 2003 tentang Pemekaran Provinsi Papua. Dalam aksi ini mereka juga meminta pemerintah mengesahkan Majelis Rakyat Papua sesuai dengan amanat Undang-undang Nomor 21 Tahun 2001 tentang Otonomi Khusus Papua.

Seperti diketahui, situasi Papua dalam beberapa hari terakhir ini memanas menyusul pendeklarasian Provinsi Irianjaya Tengah. Keributan terjadi antara kelompok pendukung dan penentang pembentukan provinsi tersebut. Sejumlah kalangan menilai keributan itu karena ketidakjelasan penerapan UU Otsus [baca: Inpres Dianggap Memicu Kerusuhan Papua]. Menurut pengamat masalah Otonomi Daerah Andi Mallarangeng, pemerintah seharusnya membuat peraturan pemerintah untuk pendirian Majelis Rakyat Papua sebagai amanat undang-undang lembaga konsultatif pemekaran wilayah.(DEN/Iwan Taruna dan Yosef Herhudi Lestari)

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6