Sukses

Antisipasi PMK Jelang Idul Adha, Jabar Tingkatkan Pengawasan Lalu Lintas Peredaran Hewan Ternak

Liputan6.com, Bandung - Pemerintah Jawa Barat meningkatkan pengawasan lalu lintas peredaran hewan ternak menjelang hari raya Idul Adha 1443 H mendatang.

Menurut Wakil Gubernur Jawa Barat Uu Ruzhanul Ulum itu dilakukan guna mengantisipasi kemunculan wabah penyakit mulut dan kuku (PMK), ataupun penyakit menular lainnya pada hewan ternak, khususnya sapi.

"Seperti diketahui, Hari Raya Idul Adha identik dengan kegiatan penyembelihan hewan kurban dan akan jatuh sebentar lagi," ujar Ulum dalam keterangan resminya ditulis Bandung, Rabu, 18 Mei 2022.

Ulum mengatakan upaya pencegahan paparan PMK hewan ternak telah dilakukan, salah satunya membentuk Satuan Tugas (Satgas) PMK.

Tak hanya itu koordinasi menerus dilakukan dengan para bupati dan wali kota, terkait melakukan pemantauan terhadap pergerakan hewan ternak di Jawa Barat.

"Agar diperiksa apakah sudah lulus kesehatan dari tempatnya berangkat atau tidak. Kalau tidak, kami dengan berat hati akan memulangkannya kembali ke daerah asalnya," kata Ulum.

Ulum menjelaskan antisapi hewan ternak terpapar PMK adalah dilakukan imunisasi terhadap hewan ternak.

Hal itu wajib dilakukan untuk menjaga kesehatan masyarakat terpapar PMK dari hewan ternak menjelang hari raya Idul Adha.

"Karena tak jarang para pengusaha sudah mulai mendistribusi hewan ternak khususnya untuk kebutuhan kurban dari luar Jawa Barat, jauh- jauh hari sebelum momen Idul Adha tiba," ucap Ulum.

2 dari 2 halaman

Kebutuhan Daging Jawa Barat

Penyaluran hewan ternak untuk kebutuhan hari raya Idul Adha jauh hari sebelumnya ini, Ulum menegaskan dilakukan supaya para penjual bisa mendapatkan lebih banyak keuntungan.

Pasalnya bila sudah mendekati hari raya Idul Adha patokan harga jual sudah semakin tinggi.

"Karena kalau beli (hewan kurban) dekat- dekat (Idul Adha) keuntungannya lebih sedikit. Maka persiapan pemerintah juga dimulai dari sekarang. Jadi ketika para pengusaha mulai bergerak kita siap mengawasi," jelas Ulum.

Ulum menuturkan bahwa kebutuhan daging Jawa Barat pada dasarnya memang sudah cukup tinggi. Terutama di kota-kota besar didorong taraf hidup masyarakatnya.

Menjelang Idul Adha ungkap Ulum, dipastikan kebutuhan akan hewan ternak meninggi.

"Sampai hari ini memang belum ditemukan (temuan) yang signifikan, tapi selesai Lebaran para pengusaha mulai kembali bergerak di sektor perternakan, saat pengusaha bergerak kami sudah siap," tutur Ulum.

Ulum mengaku dirinya telah ditugaskan oleh Gubernur Jawa Barat untuk mengecek kesehatan hewan ternak di berbagai tempat.