Michael Carrick: Saya Korban Pelanggaran Finansial Manchester City!

Pelatih Manchester United, Michael Carrick berharap kasus pelanggaran finansial Manchester City bisa lekas diusut tuntas.

Diterbitkan 09 Oktober 2026, 21:28 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Pelatih Manchester United, Michael Carrick, akhirnya menyampaikan pandangannya mengenai kasus dugaan pelanggaran finansial Manchester City yang berujung pada putusan bersalah dari komisi independen Premier League.

Manchester City dinyatakan bersalah atas seluruh tuduhan terkait pelanggaran serius terhadap aturan finansial Premier League. Komisi independen yang menangani kasus tersebut menemukan bahwa klub diduga menggunakan kontrak komersial fiktif dengan sejumlah mitra untuk menyamarkan pendanaan rahasia pada periode musim 2009/2010 hingga 2017/2018.

Carrick menjadi salah satu sosok yang memiliki keterkaitan langsung dengan dampak kasus tersebut. Ia merupakan bagian dari skuad Manchester United yang kehilangan gelar Premier League 2011/2012 pada pertandingan terakhir musim itu setelah Manchester City keluar sebagai juara.

Situasi tersebut kembali menjadi sorotan setelah muncul pertanyaan mengenai apakah Sergio Aguero, pencetak gol kemenangan bersejarah Manchester City pada laga penentuan gelar tersebut, akan tetap bergabung dengan klub jika pelanggaran finansial yang dituduhkan terbukti memengaruhi kemampuan mereka merekrut pemain.

Carrick Minta Kasus Manchester City Segera Dituntaskan

Dalam konferensi pers pada Jumat, Carrick mengakui bahwa kasus tersebut memunculkan banyak pertanyaan. Ia juga menegaskan bahwa persoalan itu memiliki dampak personal baginya, meski memilih berhati-hati karena prosesnya masih berlangsung.

"Sulit untuk memberikan komentar dalam banyak hal. Kasus ini memunculkan banyak pertanyaan. Prosesnya masih berjalan dan hanya ada sedikit hal yang bisa saya sampaikan," ujar Carrick kepada para jurnalis.

"Saya memiliki pertanyaan sendiri mengenai persoalan ini karena dampaknya terasa secara pribadi bagi saya. Kita harus melihat bagaimana perkembangannya. Semakin cepat semuanya diselesaikan demi kepentingan semua pihak, semakin baik," lanjutnya.

Carrick juga menyinggung perasaan yang muncul ketika sebuah tim berhasil meraih kemenangan atau gelar juara. Menurutnya, momen tersebut tidak bisa dikembalikan begitu saja, apa pun keputusan yang nantinya diambil terkait kasus Manchester City.

"Anda tidak bisa mendapatkan kembali momen-momen itu. Perasaan yang selalu kami dambakan adalah menjadi pihak yang keluar sebagai pemenang. Itulah intinya. Apa pun yang sudah terjadi pada masa lalu, tetap menjadi bagian dari masa lalu," tegasnya.

 

Jadi Korban

Ketika ditanya mengenai kemungkinan perubahan status juara Premier League musim 2011/2012, Carrick menegaskan bahwa keputusan apa pun nantinya tidak akan mengubah perasaan yang dialaminya ketika Manchester United kehilangan gelar tersebut.

Pada musim itu, Manchester United sebenarnya memiliki peluang besar untuk menjadi juara. Namun, Manchester City memastikan gelar melalui kemenangan dramatis 3-2 atas Queens Park Rangers pada pertandingan terakhir, berkat gol Aguero pada masa injury time.

Carrick menilai pengalaman tersebut akan selalu menjadi bagian dari perjalanan kariernya, terlepas dari hasil akhir proses hukum yang sedang berlangsung.

"Saya rasa hal itu tidak akan mengubah perasaan yang Anda alami pada momen tersebut," ujar Carrick.

"Anda tidak bisa memutar kembali waktu. Jadi, apa pun hasil akhirnya nanti, saya sebenarnya tidak ingin berspekulasi mengenai berbagai kemungkinan. Namun, sekalipun pada akhirnya kami mendapatkan trofi, hal itu tidak akan mengubah momen tersebut. Kami tidak bisa mendapatkannya kembali," lanjutnya.

Sumber: Sportsmole

Ikuti berita bola terbaru di Sport Liputan6

Lanjut Baca:

Rio Ferdinand dan Ryan Giggs Kenang Insiden Pizza hingga Panasnya Rivalitas Manchester United vs Arsenal

Serafinus Sapto Prasetyo UnuspasiTim Redaksi
Share
Copy Link
Batalkan