Miliarder India Jadi Pembeli Terbesar Minyak Venezuela

Miliarder India didesak untuk putus ketergantungannya dengan Rusia dan mulai beli minyak dari Venezuela.

Diterbitkan 09 Oktober 2026, 21:15 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Perusahaan milik miliarder India Mukesh Ambani menjadi pemborong terbesar minyak mentah Venezuela selain Amerika Serikat (AS). Perusahaannya, Reliance Industries, juga berinvestasi dalam proyek besar kilang minyak AS yang diusulkan Presiden Donald Trump.

Melansir CNBC, Jumat (9/10/2026), Trump kerap mendorong India untuk beli minyak Venezuela, dan saat perusahaan minyak milik negara melakukan pembelian secara strategis, Reliance justru menjadi pembeli utama, menurut data Kpler yang dibagikan kepada CNBC. Ini menunjukkan selain AS, India adalah penerima impor terbesar komoditas ini, yang dipicu oleh pembelian besar-besaran Reliance.

Analis pemimpin riset Kpler, Sumit Ritolia berpendapat mereka diprediksi tetap menjadi pembeli terbesar minyak Venezuela.

"Komplek Jamnagar milik Reliance telah menjadi pembeli utama minyak Venezuela di India, dan kami kira akan tetap demikian," ujar dia.

Pada September, India mengimpor 257.000 barel per hari (barrels per day) minyak Venezuela, yang 76% di antaranya milik Reliance Industries, menurut data. Kilang minyak Jamnagar adalah yang terbesar dan paling kompleks di seluruh dunia, dengan kapasitas 1,4 juta barel per hari, menurut Reliance.

Minyak mentah berat dan ekstra berat milik Venezuela cukup sulit untuk diproses, dan tidak selalu cocok dengan sistem kilang minyak India, ujar Ritola.

Dia menambahkan, kompleks Jamnagar sangat terkonfigurasi untuk barel-barel ini.

Tekanan dari Trump untuk Melepas Rusia

Maret lalu, Trump mengumumkan AS akan membangun kilang minyak pertamanya dalam 50 tahun melalui investasi Reliance Industries. Presiden AS telah mengungkap rasa terima kasihnya kepada Reliance atas investasi besar ini.

Meski Reliance belum mengonfirmasi besaran investasinya, Trump dalam unggahan Truth Social mengatakan, "INI ADALAH KESEPAKATAN BERSEJARAH SEBESAR US$ 300 MILIAR — YANG TERBESAR DALAM SEJARAH AS.” Reliance adalah perusahaan paling bernilai di India, dengan kapitalisasi pasar lebih dari US$ 169 miliar, atau Rp 3.022 triliun.

Pembelian minyak Venezuela oleh Reliance terjadi seiring pembelian minyak Rusia oleh India memicu kemarahan AS. Sehingga, anggota parlemen memberikan kewenangan kepada Trump untuk memberlakukan tarif hingga 100% terhadap negara-negara yang membeli bahan bakar dari Moskow.

Meski dihadapi tekanan untuk membeli bahan bakar dari AS dan memutus ketergantungan pada Rusia, pemerintah India menegaskan keputusan mereka didasari untuk memenuhi kebutuhan bahan bakar rakyatnya.

Pembelian dari Rusia Masih Jauh Lebih Besar

Meskipun pasokan minyak dari Rusia ke India pada September sudah melandai dari tingkat paling tingginya di Juni dan Juli. Ini sebagian besar didorong oleh kompetisi kuat antara Beijing dan New Delhi, dan bukan ancaman tarif, menurut Ritolia.

India merupakan destinasi ekspor minyak terbesar Rusia, membeli pasokan 1,82 juta barel per hari di September, dibanding 1,49 oleh China, menurut Kpler. Angka ini jauh melampaui pembelian minyak Venezuelanya.

"Sementara, untuk Oktober, pasokan minyak mentah 350.000 barel per hari dari Venezuela dijadwalkan untuk India, meskipun kemungkinan akan tiba pada November karena waktu perjalanan," kata Ritolia.

 

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6