Sukses

Kata Kepala BKKBN Soal Anggapan Banyak Anak Banyak Rezeki

Liputan6.com, Jakarta Anggapan banyak anak banyak rezeki masih dipercaya masyarakat. Bahwa dengan banyak anak, rezeki dan kesejahteraan akan terjamin.

Namun, anggapan tersebut berbeda dengan program Keluarga Berencana (KB) dari Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional, dua anak lebih sehat.

Kepala BKKBN Hasto Wardoyo menanggapi anggapan banyak anak banyak rezeki. Yang perlu dipahami, pertama soal rezeki. Kedua, bagamana kemampuan pasangan suami istri untuk mengurus anak.

"Rezeki itu bukan datang dengan sendirinya ya pasti dijemput. Kita harus menyempurnakan ikhtiar dengan meluruskan niat, selebihnya bertawakal dan berserah diri," terang Hasto saat sesi Workshop Online Tentang Kita bagi Pendidik Sebaya (PS), Jumat (26/6/2020).

"Semua orang, saya kira bisa mengukur ikhtiarnya (usaha dan doa) sendiri-sendiri ya. Dalam arti, apakah ikhtiar kita dalam menjemput rezeki itu sudah maksimal. Kemudian menyelaraskan dengan kemampuan sesuai kondisi kita yang ada di lingkungan."

2 dari 3 halaman

Lihat Kemampuan Mengurus Anak

Terkait kemampuan mengurus anak, Hasto memberikan contoh, ada pasangan suami istri yang punya anak enam. Suami sehari-hari bekerja sebagai tukang becak.

Kemudian anak pertamanya berkelahi di jalan dan dipukuli, hingga akhirnya meninggal. Setelah dikonfirmasi kepada sang ibu, mengapa anaknya sampai berkelahi lagi di jalan?

"Dijawab sama ibunya, Saya enggak mampu mengurusnya. Tidak mampu menyekolahkannya karena anak saya enam. Adik-adiknya masih kecil-kecil," tutur Hasto.

"Ketika kita untuk melihat situasi seperti itu, tentu pemikirannya terbuka. Oh ya, alangkah baiknya, kalau seandainya memang kemampuan yang tak cukup,  punya anak cukup, tidak sampai enam. Di sini, bagaimana kemampuan mengurus anak."

3 dari 3 halaman

Saksikan Video Menarik Berikut Ini: