Sukses

6 Perubahan yang Dialami Suami ketika Istri Hamil

Liputan6.com, Jakarta Ketika hamil, perubahan tak hanya dialami oleh istri. Suami pun ternyata ikut berubah. Kok bisa? Temukan penjelasannya dari Babyologist berikut ini.

Setelah melihat tanda garis dua pada alat test pack, Moms pasti langsung mengalami berbagai macam perubahan. Baik dari segi berat badan, nafsu makan, emosi dan lain sebagainya.

Lantas bagaimanakah dengan pria? Meski tidak hamil, namun mereka juga mengalami perubahan dalam hidupnya lho Moms.

Menurut penelitian dari University of Michigan, para suami rupanya juga mengalami perubahan hormon selama sembilan bulan alias dari awal istrinya hamil sampai melahirkan lho Moms. Kadar testosteron mereka juga menurun sehingga jadi lebih khawatir dan loyal terhadap istrinya yang lagi hamil. Mungkin karena bawaan bakal jadi ayah kali ya.

Beberapa perubahan yang dialami suami ketika saya hamil:

1. Overprotektif

Kalau ini sih, sepertinya setiap suami memang mendadak overprotektif ketika istrinya hamil. Wajar saja sih, mereka pasti khawatir terjadi sesuatu yang tidak diinginkan terhadap ibu dan si calon bayinya.

2. Mau Jadi ART

Sebelum hamil pun, suami kadang suka membantu saya beres-beres seperti mencuci piring. Tapi semenjak hamil, hampir semua pekerjaan rumah dia yang mengerjakan mulai dari cuci baju, menjemur, menyapu dan ngepel. Dia terlalu khawatir anak dalam kandungan saya ini kenapa-napa. Padahal kan meski lagi hamil, bukan berarti saya harus bermalas-malasan ya.

3. Firasatnya Kuat

Sejak saya telat haid seminggu, entah kenapa saat itu dia sudah feeling kalau saya ini lagi hamil sampai beli banyak test pack buat memastikan. Tapi setelah dites, ternyata hasilnya memang dua garis. Mungkin dia sudah punya firasat akan jadi ayah kali ya. Selain itu, suami juga feeling kalau calon anaknya berjenis kelamin perempuan, dan setelah lahir ternyata anak kami memang cewek.

4. Tambah Perhatian

Ini perubahan yang paling disukai semua wanita, termasuk saya! Kapan lagi bisa diperlakukan sebagai ratu kalau bukan saat hamil, ya kan Moms?

5. Makin Bijak

Peran suami dalam memberi dukungan psikologis kepada istri saat hamil itu penting. Kenapa? Karena kalau kitanya stres, bayi di dalam rahim juga ikut merasakannya. Ujung-ujungnya bisa memicu kontraksi rahim yang berakibat pada keguguran, ketuban pecah dini, persalinan prematur dan lain sebagainya. Makanya suami harus bijak dan dewasa dalam menghadapi perubahan fisik dan emosi istrinya.

6. Religius

Dari awal hamil, suami sering mengajak saya salat berjamaah, doa dan mengaji bersama. Meski kelihatannya sederhana, tapi sikap seperti itu sangat dibutuhkan agar istri dapat menjalani kehamilannya dengan happy.

Selamat menikmati masa kehamilan Moms, semoga persalinanmu nanti dapat berjalan dengan lancar! Tetap semangat ya.

 

Loading
Artikel Selanjutnya
Perut Gatal saat Hamil, Tanda Anak Berambut Lebat?
Artikel Selanjutnya
Bisikkan Pesan Positif pada Bayi, Cek Manfaatnya