Sukses

Peduli SDGs, Ini yang Dilakukan Pencerah Nusantara dan Masyarakat Kluet Timur

Liputan6.com, Jakarta Sudah berapa kali kita dibuat merenung oleh video yang memperlihatkan proses evakuasi seekor penyu yang kesakitan akibat jeratan sedotan plastik di hidungnya, gambar seekor kuda laut yang membelit cotton bud dengan ujung ekornya, bahkan berita bangkai ikan paus yang terdampar dengan 5,9 kg sampah plastik di dalam perutnya? Ironis, bukan? Bagaimana tidak, perkembangan zaman rupanya tidak diiringi dengan perkembangan kesadaran manusia. Padahal, menjaga dan memelihara bumi sudah menjadi kewajiban kita sebagai salah satu penghuninya.

Dari barat Sumatera, terdapat upaya-upaya yang mulai digerakkan untuk mewujudkan lingkungan yang berkelanjutan. Langkah yang paling sederhana diinisiasi oleh Tim Pencerah Nusantara di Aceh Selatan yang sedang berupaya untuk menolak penggunaan sedotan plastik di setiap kegiatan tim, baik saat evaluasi kinerja maupun saat sedang santai. Sebagai gantinya, tim Pencerah Nusantara menggunakan sedotan berbahan stainless yang cenderung lebih ramah lingkungan.

Selain itu, ada juga Puskesmas Kluet Timur yang memanfaatkan kertas bekas yang menumpuk untuk digunakan sebagai kertas resep. Bahkan belakangan, sistem rujukan pasien berjenjang yang mengharuskan setiap pasien membawa kertas rujukan dari FKTP dibuat sedemikian rupa hingga rujukan yang awalnya membutuhkan dua lembar kertas, saat ini hanya dibutuhkan satu lembar kertas dan pertinggal di puskesmas.

Aksi-aksi ini tentu saja menarik perhatian masyarakat. Masyarakat menjadi lebih sadar akan pentingnya menjaga lingkungan dan mulai ikut-ikutan melakukan gerakan yang tidak kalah menarik. Misalnya Kelompok Senam Lansia Paya Dapur yang diikuti oleh sekelompok usia sepuh mengambil langkah ‘patungan membeli botol minum’ untuk menghindari penggunaan air minum kemasan setiap hari. Alhasil, kegiatan patungan botol minum yang diinisiasi Pencerah Nusantara ini meminimalisir sampah plastik yang dihasilkan.

Di Posyandu Buluh Didi, Kluet Timur, juga sudah mulai disosialisasikan untuk mengurangi penggunaan wadah berbahan plastik untuk Pemberian Makanan Tambahan (PMT). Biasanya, kader-kader kesehatan sudah menyiapkan wadah berupa mangkuk yang bisa digunakan berulang kali. Bahkan, para ibu seringkali dihimbau untuk membawa wadah atau tempat makan sendiri. “Kami mau jadi posyandu percontohan, repot memang, tapi ndak bikin sampah plastik berserak nanti,” ujar Jamiatun, ketua kader Posyandu Bulu Didi di satu pagi saat menuang PMT berupa kolak ubi ungu ke wadah yang telah disediakan.

 “Untuk mewujudkan masa depan yang ramah lingkungan untuk generasi yang akan datang kita perlu menelusuri tiga pilar utama dalam SDGs yaitu pembangunan manusia, pembangunan ekonomi sosial, dan pembangunan lingkungan. Oleh karena itu, kita mengajak para pemangku kepentingan dan masyarakat untuk berpartisipasi aktif demi melanggengkan implementasi SDGs,” ujar Team Leader Pencerah Nusantara Aceh Selatan, Imanda Husna.

Sebagai tenaga kesehatan, kita bukan hanya bertanggung jawab untuk mempersiapkan generasi emas yang akan memegang estafet kepemimpinan, tetapi juga bertanggung jawab untuk mewariskan lingkungan sehat yang layak huni bagi mereka. Mulai dari diri sendiri, mulai dari hari ini, mulai dari hal kecil. Semoga langkah kecil yang sedang diusahakan oleh teman-teman dan masyarakat di Kluet Timur bisa menginspirasi dan memantik semangat kalian untuk turut berkontribusi pada SDGs juga, ya!

 

 

(Penulis: dr. Imanda Husna Silalahi, Pencerah Nusantara VI Aceh Selatan)

2 dari 2 halaman

Pencerah Nusantara

CISDI membuka kesempatan kepada pemuda untuk terlibat dalam pembangunan kesehatan melalui Pencerah Nusantara. Pencerah Nusantara adalah program penguatan layanan kesehatan primer di Daerah Bermasalah Kesehatan (DBK) melalui pendampingan puskesmas oleh tim tenaga kesehatan muda pilihan dan berpengalaman. Program ini bertujuan utama meningkatkan status kesehatan ibu dan anak di berbagai penjuru Indonesia.  

Program ini dikelola oleh Center for Indonesia's Strategic Development Initiatives (CISDI), transformasi lembaga dari Kantor Utusan Khusus Presiden RI untuk MDGs.

Saat ini, Pencerah Nusantara terdaftar sebagai inisiatif masyarakat dalam platform online terbuka Track SDGs.

Artikel Selanjutnya
Demi Selamatkan Bumi, Miliarder Ini Donasi Rp 15 Triliun
Artikel Selanjutnya
Pangeran William Desak Pelaku Perdagangan Satwa Liar Dihukum Berat