Sukses

TRACK SDGs Lahir, Kolaborasi Lintas Sektoral Kini Terpantau Secara Digital

Liputan6.com, Jakarta Tahun 2018 menjadi tahun ketiga penerapan Rencana Aksi Nasional Tujuan Pembangunan Berkelanjutan bertepatan dengan tahun ketiga sejak disahkan dan diadopsinya Sustainable Development Goals pada Sidang Umum PBB bulan September 2015. Sejak tahun 2017, Indonesia telah memiliki komitmen dan kerangka hukum yang kuat untuk menyukseskan SDGs. Komitmen politik, keberadaan dasar hukum dan kelembagaan yang kuat, bukan berarti jaminan SDGs di Indonesia dapat serta-merta tercapai. Dalam strategi pelaksanaan SDGs, kemitraan antarpemangku kepentingan dan multi pihak merupakan kunci keberhasilan.

“Mencapai tujuan pembangunan di era SDGs membutuhkan kemitraan multipihak terutama untuk menjawab tujuan dan indikator lintas pilar. Belajar dari pengalaman di era MDGs, keberhasilan kemitraan multipihak, termasuk kemitraan global, akan sangat ditentukan oleh kemampuan kita menjawab kebutuhan akan akuntabilitas dan ketersediaan data untuk publik,” ujar Fadjar Wibowo dari Center for Indonesia’s Strategic Development Initiatives (CISDI). Hal ini disampaikan Fadjar dalam Seminar Nasional Masyarakat Sipil Indonesia untuk SDGs yang diselenggarakan oleh International NGO Forum on Indonesian Development (INFID) bersama dengan Koalisi Perempuan Indonesia (KPI) dan OXFAM di Indonesia, didukung oleh Uni Eropa. Seminar ini berlangsung di Hotel Aryaduta Tugu Tani, Jakarta pada hari Kamis, 20 September 2018.

Memanfaatkan inovasi bidang teknologi informasi dan komunikasi, CISDI bersama dengan Sinergantara dan OXFAM menjawab permasalahan tersebut melalui pengembangan sebuah wadah digital yang disediakan untuk dapat mengakses informasi terbaru terkait program dan aktivitas pelaku pembangunan di era SDGs. Wadah digital ini dinamakan TRACK SDGs. TRACK merupakan singkatan dari Transparent, Reliable, Accurate, Credible Knowledge. Sesuai dengan namanya, TRACK SDGs akan berfungsi sebagai pusat informasi aktor-aktor non-negara SDGs yang transparan dan partisipatif, hingga menjadi ruang untuk menampung kisah sukses, aspirasi hingga keluhan publik yang kemudian akan memiliki sistem rujukan ke orang/badan terkait yang bertanggung jawab mengenai isu tersebut. TRACK SDGs juga menyediakan pemetaan untuk aktor-aktor non-negara dalam isu SDGs yang tersebar di seluruh Indonesia yang diharapkan dapat memicu kolaborasi.

“Idealnya, TRACK SDGs mampu menjadi alat perencana untuk mengisi tantangan-tantangan pembangunan yang belum diselesaikan atau dilakukan di Indonesia. Sehingga, TRACK SDGs akan secara otomatis melakukan klasifikasi upaya pencapaian SDGs berdasarkan indikator dan goals SDGs,” ujar Ilham Cendekia selaku Direktur Eksekutif Sinergantara.

Wadah digital ini juga langsung diluncurkan dalam kegiatan Semnas untuk SDGs, diresmikan oleh Yanuar Nugroho selaku Deputi II Kantor Staf Presiden Bidang Kajian dan Pengelolaan Isu-isu Sosial, Ekologi dan Budaya Strategis.

“TRACK SDGs idealnya menjadi wadah yang mampu mengkonsolidasikan seluruh informasi terbaru lintas sektor agar pencapaian SDGs dapat dimonitor oleh semua pihak bahkan menjadi basis pengambilan keputusan untuk kolaborasi,” tutup Yanuar.

Artikel Selanjutnya
Turunkan Jumlah Perokok di Indonesia Tak Cukup dengan Menaikkan Harga
Artikel Selanjutnya
Banyak Anak Mulai Merokok Gara-gara Iklan