Sukses

Dibayar Mahal Menginap di Hotel Ini tapi Terpapar Flu, Bersedia?

Liputan6.com, Jakarta Bagaimana jika mendapat kesempatan menginap di hotel secara gratis bahkan dibayar lebih dari tiga ribu dolar atau sekitar Rp42 juta? Namun, tidak dengan konsekuensi tentunya. Setelah menginap di hotel tersebut, Anda mungkin terkena flu.

Hal tersebut benar-benar dilakukan para peneliti Saint Louis University, Spanyol. Melansir Live Science pada Selasa (12/6/2018), mereka menciptakan "Extended Stay Research Unit" atau kerap disebut sebagai "Hotel Influenza". Fasilitas ini akan menampung para relawan yang secara sengaja dipaparkan flu untuk kemudian menguji vaksin untuk penyakit tersebut.

Para relawan sendiri akan diberi vaksin flu dan juga vaksin lain yang bersifat plasebo. Mereka nantinya akan diberikan virus flu dengan sengaja. Partisipan nantinya akan dikarantina di hotel selama sekitar 10 hari dan dipantau untuk melihat apakah mereka akan sakit.

 

Simak juga video menarik berikut ini:

 

2 dari 2 halaman

Dibayar Tiga Ribu Lima Ratus Dolar

Penelitian ini bisa memberikan informasi kepada para peneliti, mengenai seberapa baik vaksin tersebut bekerja. Fasilitas ini memungkinkan mereka untuk mendapatkan informasi lebih cepat dibandingkan dengan studi biasa, yang sekadar melihat respon kekebalan seseorang terhadap vaksin.

"Anda akan tahu ketika mereka terkena flu. Sehingga (Anda) bisa merencanakan waktu yang tepat untuk mempelajarinya. Anda tidak perlu menunggu alam mengambil alih jalurnya," jelas Dr. Daniel Hoft, Direktur Pusat SLU untuk pengembangan vaksin.

"Jika uji coba tantangan tersebut menunjukkan vaksin mampu melindungi sekelompok kecil sukarelawan terhadap flu, Anda bisa jauh lebih percaya bahwa vaksin memungkinkan bernilai ratusan juta dolar investasi untuk pengembangannya," tambah Hoft.

Relawan akan dibayar tiga ribu lima ratus dolar untuk waktu dan biaya perjalanan mereka. Kamar-kamar di fasilitas tersebut dilengkapi dengan fitur hotel standar termasuk kamar mandi pribadi, televisi, dan akses internet.

Selain itu, ada juga area publik untuk bersosialisasi, peralatan untuk olahraga, serta perawat yang ada di tempat itu untuk merawat para sukarelawan.

Para peneliti berencana untuk melakukan studi percontohan pertama mereka di Hotel Influenza selama enam bulan ke depan.

Bulan lalu, Live Science melaporkan adanya studi tantangan yang serupa. Para relawan diberi air berbakteri E-Coli untuk melihat apakah mereka terkena diare.

  • Influenza atau common cold (pilek, selesma) adalah suatu reaksi peradangan saluran pernapasan yang disebabkan oleh infeksi virus.
    Influenza
  • hotel
  • Flu
Loading
Artikel Selanjutnya
Modus Bisa Menginap Gratis, Turis Amerika Sebar Tikus di Kamar Hotel
Artikel Selanjutnya
Ibu Tolak Gunakan Obat Dokter, Bocah di Colorado Meninggal Akibat Influenza