Kasus Pertama MERS Dilaporkan di Bangladesh

Pria (53) yang tinggal di Amerika Serikat itu diketahui terkena kontak dengan virus MERS selama perjalanan pulang ke negaranya dari AS

Diterbitkan 17 Juni 2014, 18:02 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta Warga Bangladesh untuk pertama kalinya dilaporkan terinfeksi virus Middle East Respiratory Syndrome (MERS). Pria (53) yang tinggal di Amerika Serikat itu diketahui kontak dengan virus MERS selama perjalanan pulang ke negaranya dari AS.

Seperti disampaikan Direktur Institut Epidemiologi, Penelitian dan Pengembangan Penyakit di Dhaka Clinic, Mahmudur Rahman, kemungkinan virus masuk ke tubuh pasien saat transit di Bandara Abu Dhabi sekembalinya dari AS.

"Dia asli orang Bangladesh tapi tinggal di AS. Dia datang pada 4 Juni dan sakit dua hari kemudian. Kemungkinan besar ia terkena kontak virus saat transit tiga jam berada di Bandara Abu Dhabi," ungkap Mahmudur, seperti dikutip Timesofoman, Selasa (17/6/2014).

Sebelumnya, MERS pertama kali dilaporkan pada tahun 2012, MERS menyebabkan penyakit pernapasan parah dan sering fatal, dengan gejala yang mirip dengan yang terlihat selama wabah sindrom pernapasan akut parah (SARS) pada tahun 2003. Sejauh ini Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) belum mengeluarkan perintah untuk travel warning khususnya di kawasan Arab Saudi.

MERS hingga kini telah menginfeksi lebih dari 800 orang di seluruh dunia, dan menewaskan sedikitnya 310 orang. Sebagian besar kasus terjadi di Arab Saudi, tetapi kasus ini juga telah menyebar hingga Timur Tengah, Eropa, Asia dan Amerika Serikat.