Sukses

Iis, Sosok Pelindung Jemaah Haji Perempuan di Raudhah

Liputan6.com, Jakarta - Siti Isnaini, atau biasa dipanggil Iis, adalah tenaga musiman atau temus dari Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi. Teriakan Iis bagi jemaah haji perempuan yang pernah datang ke Masjid Nabawi dan berziarah ke Raudhah pasti sudah tidak asing.

"Ibu harap bersabar, jika Allah izinkan semua dapat salat dan doa di dalam Raudhah. Jangan lari atau saling dorong! Hindari berdesak-desakan! Utamakan keselamatan karena keluarga tercinta menunggu di rumah. Berharap Ibu-ibu pulang dengan sehat dan selamat!" teriak Iis, seperti dikutip dari laman www.kemenag.go.id, Rabu (19/9/2018).

Temus asal Sampang, Madura, itu menjadi petugas haji di Madinah sejak 2013 silam. Sejak itu, setiap tahun Iis selalu lolos seleksi petugas haji dari Kantor Urusan Haji (KUH) Jeddah.

Pada 2013, Iis bertugas di Bir Ali. Namun sejak 2014 hingga sekarang, ia dipercaya ditempatkan di Sektor Khusus Masjid Nabawi, Madinah. Iis pun mengaku bangga menjadi pembimbing jemaah haji Indonesia karena mereka terkenal tertib dan sopan.

Sebagai peziarah Raudhah, jemaah Indonesia paling banyak. Mereka sudah diatur sedemikian rupa agar jemaah bisa tertib. Namun, pada kenyataanya dari negara lain tidak bisa tertib seperti Indonesia.

Menurut Iis, saat giliran Indonesia ziarah, jemaah dari negara lain yang berpostur tubuh besar seperti Bangladesh, Afganistan, India, bahkan dari Arab sendiri terkadang memaksa untuk masuk. Mereka sering tidak peduli dengan jemaah lain yang mengantre. Maka, saat-saat itulah nyawa menjadi taruhannya.

"Banyak jemaah Indonesia yang baru pertama kali datang ke Masjid Nabawi. Mereka tidak tahu Raudhah itu apa, bagaimana ciri-cirinya. Dari situ, saya membimbing dan mengarahkan agar jemaah menjadi paham," papar Iis.

 

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini:

 

2 dari 2 halaman

Diarahkan agar Khusyuk Beribadah

Selain itu, Iis juga mengarahkan agar jemaah lebih tenang, tertib, khusyuk, dan khidmat dalam beribadah.

"Tujuan berkunjung ke Raudhah adalah menambah keimanan jemaah, artinya harus punya adab dalam berziarah. Oleh karena itu, saya tak henti-henti mengingatkan jemaah," ucapnya.

Sebagai anggota Sektor Khusus, Iis pun memiliki tugas lain, seperti mengantar jemaah yang tersesat, hingga sampai di hotel atau mengumpulkan barcer (barang tercecer), yaitu mengamankan barang yang tertinggal di masjid atau saat mengantre di Raudhah.

"Harapannya hanya satu, yaitu jemaah dapat menjalankan ibadah dengan tertib dan kembali ke Tanah Air menjadi haji yang mabrur," jelas Iis.

Artikel Selanjutnya
8.495 Orang Jemaah Haji Asal Batam Sudah Dipulangkan
Artikel Selanjutnya
273 Jemaah Haji Tiba dengan Selamat di Kolaka