Konflik Geng Diduga Picu Penembakan Maut di Festival Kuliner AS

Polisi menduga insiden penembakan di festival Bite of Seattle AS berkaitan dengan aktivitas geng.

Diterbitkan 28 Juli 2026, 17:03 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Seattle - Seorang remaja berusia 15 tahun ditahan terkait insiden baku tembak yang menewaskan tiga orang di Seattle Center, Amerika Serikat (AS), pada Minggu (26/7/2026). Insiden ini diduga berkaitan dengan aktivitas antara geng.

Polisi menyatakan, baku tembak tersebut melibatkan sedikitnya tiga pelaku, termasuk seorang pria berusia 19 tahun yang tewas di lokasi kejadian serta satu tersangka lain yang hingga kini belum diketahui identitasnya.

Dikutip dari CNN, dokumen yang diajukan kepolisian ke pengadilan anak menyebutkan bahwa berdasarkan bukti di lokasi, remaja tersebut dan salah satu korban yang meninggal terlibat baku tembak dengan sedikitnya satu pelaku lain yang masih buron.

Asisten Kepala Divisi Investigasi Kepolisian Seattle, Nicole Powell, mengatakan penyidik menduga insiden tersebut berkaitan dengan aktivitas geng. Menurutnya, dua kelompok diduga saling melepaskan tembakan.

Selain pria berusia 19 tahun yang diduga menjadi salah satu penembak, dua korban tewas lainnya adalah seorang pria berusia 44 tahun dan seorang perempuan berusia 56 tahun.

Sebelumnya, pihak kepolisian sempat menyatakan dugaan awal bahwa baku tembak hanya melibatkan dua orang. Namun, hasil penyelidikan terbaru mengindikasikan adanya sedikitnya tiga penembak. Meski demikian, Asisten Kepala Kepolisian Seattle Tyrone Davis menegaskan tidak ada ancaman lanjutan bagi masyarakat.

Sedikitnya tujuh orang, dan kemungkinan delapan orang, menjadi korban yang terkena tembakan dalam insiden tersebut.

Kantor Pemeriksa Medis King County mengidentifikasi ketiga korban meninggal sebagai Carlos Israel Sanchez Villalba (44), Ashley Whitehead (56), dan Junior Cee Niko Semo (19).

Menurut penggalangan dana yang dibuat untuk membantu biaya pemakamannya, Villalba dikenal sebagai sosok suami dan ayah dari tiga anak yang baik hati serta gemar membantu orang lain. Kantor pemeriksa medis menyatakan ia meninggal akibat luka tembak di bagian tubuh.

Empat korban lainnya mengalami luka-luka, termasuk seorang balita berusia dua tahun yang pada Senin dilaporkan berada dalam kondisi stabil. Tiga korban lain, yakni dua pria berusia 23 dan 27 tahun serta seorang perempuan berusia 39 tahun, telah diizinkan pulang dari rumah sakit.

Dokumen pengadilan juga menyebut salah satu korban tertembak saat sedang berjalan sambil menuntun sepeda. Sementara balita yang terluka berada bersama ibunya ketika insiden terjadi.

Polisi meminta siapa pun yang memiliki informasi mengenai penembakan tersebut untuk segera menghubungi pihak berwenang.

 

Picu Kepanikan

Peristiwa itu terjadi saat festival Bite of Seattle yang merupakan acara tahunan gratis dan menarik ratusan ribu pengunjung. Rentetan tembakan memicu kepanikan sehingga para pengunjung berlarian menyelamatkan diri. Sejumlah orang bahkan terlihat merobohkan pagar untuk melarikan diri dari lokasi.

Petugas menerima laporan adanya suara tembakan sekitar pukul 18.00 waktu setempat dan segera menuju Seattle Center.

Seorang saksi mata, Justice Beitzel, mengatakan dirinya mendengar sekitar enam hingga tujuh kali suara tembakan saat sedang makan bersama teman-temannya di dekat lokasi konser.

"Sekitar enam atau tujuh kali tembakan terdengar. Tiba-tiba saya melihat orang-orang berlari ke arah kami," ujarnya.

Dua korban dinyatakan meninggal di lokasi kejadian, sementara satu korban lainnya meninggal dunia setelah sempat dilarikan ke rumah sakit.

Rekaman komunikasi layanan darurat yang diperoleh CNN memperdengarkan permintaan petugas untuk membawa torniket khusus anak kecil guna menangani salah satu korban di lokasi.

Balita berusia dua tahun kemudian dibawa ke Harborview Medical Center dan hingga Senin pagi masih menjalani perawatan dalam kondisi stabil. Korban luka lainnya sempat dirawat di sejumlah rumah sakit sebelum akhirnya diperbolehkan pulang.

Dalam olah tempat kejadian perkara, polisi menemukan dua senjata api.

Remaja berusia 15 tahun yang menjadi tersangka menyerahkan diri di lokasi kejadian. Ia kemudian dibawa ke Judge Patricia H. Clark Children and Family Justice Center untuk menjalani penyelidikan atas dugaan pelanggaran kepemilikan senjata api dan tindak penyerangan tingkat pertama.