Kebocoran Soal Ujian Picu Aksi Protes Besar-besaran di India

Gelombang protes terjadi di India menuntut Menteri Pendidikan Dharmendra Pradhan mengundurkan diri menyusul masalah kebocoran soal ujian.

Diterbitkan 23 Juli 2026, 10:01 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, New Delhi - Mahasiswa di India menggelar aksi protes. Mereka menggaungkan tuntutan agar Menteri Pendidikan Dharmendra Pradhan mengundurkan diri menyusul masalah kebocoran soal ujian. Aksi ini juga meningkatkan tekanan terhadap Perdana Menteri Narendra Modi setelah berhari-hari terjadi aksi unjuk rasa.

Dikutip dari Channel News Asia, Kamis (23/7/2026), gelombang protes bermula bulan lalu akibat kebocoran soal ujian masuk sekolah kedokteran yang berdampak pada sekitar dua juta peserta. Aksi tersebut semakin meluas pekan ini ketika puluhan ribu mahasiswa turun ke jalan di New Delhi pada Senin. Polisi membubarkan massa menggunakan gas air mata dan pentungan.

Sejak itu, demonstrasi menyebar ke berbagai kota di India, termasuk Mumbai, Bengaluru, Kolkata, Goa, Guwahati, Thiruvananthapuram, Jammu, dan Ahmedabad. Aksi tersebut menjadi tantangan terbesar dari kalangan anak muda yang dihadapi Modi sejak berkuasa pada 2014.

Para anggota parlemen oposisi yang dipimpin Rahul Gandhi berkumpul di luar gedung parlemen di New Delhi pada Rabu. Banyak di antara mereka mengenakan pakaian hitam sambil membawa poster yang menuntut Dharmendra Pradhan mundur dari jabatannya.

Mereka kemudian mengganggu jalannya sidang parlemen dengan berteriak dan menyela pembicaraan ketua sidang, sehingga sidang Majelis Rendah maupun Majelis Tinggi beberapa kali harus diskors.

Dalam konferensi pers, Gandhi mengatakan para mahasiswa menginginkan Pradhan mengundurkan diri, aparat yang memukul peserta aksi di New Delhi dimintai pertanggungjawaban. Meraka juga menuntut PM Modi menyampaikan permintaan maaf kepada para mahasiswa.

"Kami sepenuhnya mendukung mereka. Ini tidak bisa ditawar dalam keadaan apa pun," kata Gandhi.

Sehari sebelumnya, Partai Kongres yang dipimpin Gandhi menggelar aksi duduk di luar kediaman Modi. Polisi sempat menahan Gandhi, saudara perempuannya Priyanka Vadra, serta sejumlah pemimpin oposisi lainnya sebelum akhirnya membebaskan mereka.

 

Aksi Meluas ke Sejumlah Kota

Aksi yang digelar Cockroach Janta Party (CJP) awalnya hanya berupa satire di dunia maya dan melibatkan beberapa ratus anak muda ketika pertama kali diluncurkan.

Namun pada Rabu, ribuan demonstran kembali berkumpul di lokasi aksi di Jantar Mantar, New Delhi. Mereka meneriakkan slogan-slogan dan mengibarkan bendera India.

Pengamanan di ibu kota tetap diperketat. Delhi Metro Rail Corp menutup 16 stasiun di kawasan pusat kota sebelum kembali membukanya pada Rabu malam.

Di sisi lain, anggota Partai Bharatiya Janata Party (BJP) yang dipimpin Modi menggelar aksi tandingan terhadap Partai Kongres di sejumlah kota di India.

Meriam air digunakan untuk membubarkan massa pendukung BJP di Jaipur, Raipur, dan Thiruvananthapuram. Sementara di Patna, para demonstran dilaporkan saling melempar batu, sebagaimana ditunjukkan dalam laporan media lokal dan rekaman video.

Pada Selasa malam, Pradhan untuk pertama kalinya angkat bicara setelah muncul tuntutan agar dirinya mundur. Dia mengatakan pemerintah berkomitmen menindaklanjuti berbagai kekhawatiran masyarakat serta melakukan reformasi terhadap sistem ujian.