Somalia Sebut Israel Eksploitasi Sengketa Somaliland

Pengakuan Israel terhadap Somaliland disebut sebagai salah satu hari paling kelam dalam sejarah Somalia.

Diterbitkan 14 Juni 2026, 09:02 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Mogadishu - Presiden Somalia Hassan Sheikh Mohamud mengecam keputusan Israel mengakui Somaliland. Ia menuduh Tel Aviv memanfaatkan sengketa yang telah lama berlangsung antara Mogadishu dan wilayah separatis tersebut.

Pada Sabtu (13/6/2026), Mohamud menyebut pengakuan Israel terhadap Somaliland sebagai salah satu hari paling kelam dalam sejarah Somalia.

"Tel Aviv memanfaatkan sengketa yang telah berlangsung lama antara Mogadishu dan Hargeisa," kata Mohamud dalam wawancara dengan Dawan TV, stasiun televisi lokal yang berbasis di Mogadishu seperti dikutip dari laporan TRT.

Menurutnya, pemerintah Somalia telah mempertimbangkan dua pendekatan untuk menangani persoalan Somaliland dan memilih jalur dialog serta persuasi ketimbang penggunaan kekuatan.

"Meskipun membutuhkan waktu lebih dari 30 tahun, itu merupakan pendekatan yang paling tepat dalam situasi yang ada," ujarnya.

Tidak Memiliki Hubungan Diplomatik dengan Israel

Mohamud lantas menegaskan Somalia tidak pernah menjalin hubungan diplomatik dengan Israel. Ia juga menyatakan memandang Israel sebagai agresor terhadap rakyat Palestina.

Israel mengakui Somaliland sebagai negara berdaulat yang merdeka pada akhir Desember 2025.

Somaliland telah memisahkan diri dari Somalia sejak 1991, tetapi belum diakui secara internasional sebagai negara merdeka. 

Mogadishu menganggap wilayah tersebut sebagai bagian yang tidak terpisahkan dari kedaulatan Somalia dan memandang setiap kesepakatan maupun keterlibatan langsung dengan Somaliland sebagai pelanggaran terhadap kedaulatan dan keutuhan wilayah negara itu.