Penerbangan Paus Leo XIV Terganggu, Raja Spanyol Turun Tangan

Gangguan teknis terjadi pada pesawat yang akan membawa Paus Leo XIV kembali ke Vatikan.

Diterbitkan 13 Juni 2026, 10:27 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Madrid - Paus Leo XIV terpaksa berganti pesawat untuk kembali ke Roma setelah pesawat carter Iberia yang ditumpanginya mengalami gangguan teknis di Kepulauan Canary, Spanyol, pada Jumat (12/6/2026). Untuk memastikan perjalanan sang paus tetap berlanjut, Raja Spanyol Felipe VI menyediakan jet pribadinya sebagai pengganti.

Sang raja ikut mengantar Paus Leo XIV ke pesawat Falcon miliknya di Bandara Santa Cruz de Tenerife. Bapa Suci dan anggota delegasinya kemudian bertolak menuju Roma, lebih dari tiga jam dari jadwal keberangkatan semula. Demikian seperti dilaporkan Associated Press.

Gangguan itu menjadi penutup yang tidak biasa bagi perjalanan yang sebelumnya berlangsung sukses ke Madrid, Barcelona, dan Kepulauan Canary. Dalam kunjungan tersebut, Paus Leo XIV kembali menyuarakan pesannya mengenai migrasi serta meresmikan menara baru Basilika Sagrada Familia.

Pilot Iberia mengatakan mesin pesawat gagal menyala setelah Paus Leo XIV naik ke dalam pesawat. Upaya awal untuk memperbaiki masalah tersebut tidak membuahkan hasil sehingga seluruh penumpang terpaksa turun dari pesawat.

Iberia menyatakan sedang mengirim pesawat lain dari Madrid untuk menjemput para pejabat Vatikan dan jurnalis yang tidak ikut bersama Paus Leo XIV di pesawat Falcon. 

Insiden ini menjadi kasus pertama dalam beberapa dekade terakhir ketika penerbangan kepausan mengalami gangguan teknis yang cukup serius hingga memaksa paus berganti pesawat.

 

Kilas Balik Insiden Penerbangan Paus

Para wartawan senior Vatikan, yang berada di pesawat Iberia, mencoba mengingat sejumlah insiden penerbangan pada masa kepemimpinan Santo Yohanes Paulus II.

Dalam perjalanan pulang dari India pada 1986, pesawat yang membawa Yohanes Paulus II terpaksa mendarat di Napoli akibat badai salju di Roma. Sang paus dan para penumpang kemudian melanjutkan perjalanan ke Roma menggunakan kereta api khusus.

Pada 1988, dalam perjalanan menuju Lesotho, cuaca buruk memaksa pesawat Yohanes Paulus II mendarat di Afrika Selatan. Negara itu tidak termasuk dalam rangkaian kunjungan Afrika yang dilakukannya saat itu karena kebijakan apartheid. Dari Afrika Selatan, Yohanes Paulus II kemudian melanjutkan perjalanan darat menuju Lesotho. 

Biasanya dalam perjalanan kepausan, maskapai nasional Italia, ITA Airways, membawa paus ke negara tujuan, sementara maskapai nasional negara yang dikunjungi bertugas menerbangkannya kembali ke Roma. Dalam beberapa kasus, ITA juga menangani penerbangan pergi dan pulang, terutama jika perjalanan sangat jauh atau menuju lokasi yang tidak memiliki kapasitas penerbangan memadai.

Penerbangan tersebut merupakan penerbangan carter, dengan paus, delegasi Vatikan, dan petugas keamanan menempati bagian depan pesawat, sementara sekitar 70 jurnalis duduk di kelas ekonomi.

Sebelumnya dalam perjalanan itu, Iberia sempat membagikan video yang memperlihatkan Paus Leo XIV duduk di kokpit sambil tersenyum lebar ketika pesawat membawanya dari Madrid ke Barcelona, lalu dari Barcelona ke Kepulauan Canary.

Dalam kedua penerbangan tersebut, pesawat militer Spanyol memberikan pengawalan udara sebagai bentuk penghormatan kepada tamu negara. Dalam salah satu cuplikan video, Paus Leo XIV terlihat melambaikan tangan kepada pilot pesawat pengawal.