Paus Leo XIV Tak Ingin Berdebat dengan Trump, Tetap Serukan Perdamaian

Sebelumnya, seruan perdamaian Paus Leo XIV direspons dengan pernyataan keras oleh Trump.

Diterbitkan 19 April 2026, 10:11 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Yaounde - Paus Leo XIV pada Sabtu (18/4/2026) mengatakan bahwa dirinya tidak berkepentingan untuk berdebat dengan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengenai perang Iran, namun ia akan terus menyampaikan pesan Injil tentang perdamaian.

Sri paus menyampaikan pernyataan tersebut kepada para wartawan di dalam pesawat kepausan yang terbang dari Kamerun menuju Angola dalam rangka tur 11 harinya di Afrika.

Ia menanggapi rangkaian saling tanggapan terkait kritik Trump terhadap pesan damainya, yang telah mendominasi pemberitaan pekan ini. Namun bapa suci juga berupaya meluruskan catatan, dengan menegaskan bahwa khotbahnya tidak ditujukan kepada Trump, melainkan mencerminkan pesan Injil yang lebih luas tentang perdamaian.

"Ada narasi tertentu yang tidak sepenuhnya akurat dalam semua aspeknya, tetapi karena situasi politik yang tercipta, pada hari pertama tur saya di Afrika, presiden AS membuat beberapa komentar tentang saya," ujarnya seperti dikutip dari Associated Press.

"Banyak dari apa yang telah ditulis sejak saat itu lebih merupakan komentar terhadap komentar lain, mencoba menafsirkan apa yang telah dikatakan." 

Pada 12 April, Trump mengkritik Paus Leo XIV melalui platform media sosialnya, Truth Social, dengan menyasar khotbahnya tentang perdamaian di tengah perang yang masih berlangsung. Perang terbaru dimulai dengan serangan gabungan AS dan Israel pada 28 Februari dan kemudian diikuti oleh serangan balasan Iran.

Trump menuduh Paus Leo XIV bersikap lemah terhadap kejahatan, dekat dengan pihak kiri, serta menyebut bahwa paus pertama asal AS itu berutang atas keterpilihannya kepada Trump.

 

Vatikan Buka Suara

Paus Leo XIV secara konsisten menyerukan perdamaian dan dialog, serta mengecam penggunaan pembenaran agama untuk perang. Secara khusus, ia menyebut ancaman Trump untuk memusnahkan peradaban Iran "benar-benar tidak dapat diterima."

Vatikan menegaskan bahwa ketika Paus Leo XIV menyampaikan pesan tentang perdamaian, ia merujuk pada semua perang yang melanda dunia, bukan hanya konflik Iran. Gereja Ortodoks Rusia, misalnya, telah membenarkan invasi Moskow ke Ukraina sebagai sebuah "perang suci".

Saat berbicara kepada wartawan pada Sabtu, Paus Leo XIV secara khusus merujuk pada pernyataannya awal pekan ini dalam sebuah pertemuan perdamaian di Bamenda, Kamerun. Kota tersebut merupakan pusat konflik separatis yang telah berlangsung hampir satu dekade di wilayah berbahasa Inggris di bagian barat negara itu.

Paus Leo XIV mengatakan bahwa pernyataannya, yang berisi kritik terhadap "segelintir tiran" yang merusak Bumi melalui perang dan eksploitasi, telah ditulis dua minggu sebelumnya, jauh sebelum kritik dari Trump dimulai.

"Namun demikian, hal itu dipandang seolah-olah saya mencoba kembali berdebat dengan presiden, yang sama sekali bukan kepentingan saya," ujarnya.

Ke depan, ia mengatakan akan terus mewartakan Injil.

"Saya terutama datang ke Afrika sebagai seorang pastor, sebagai pemimpin Gereja Katolik untuk hadir bersama, untuk merayakan bersama, untuk mendorong dan mendampingi semua umat Katolik di seluruh Afrika," katanya.

Paus Leo XIV tiba pada Sabtu di Angola sebagai pemberhentian ketiga dalam tur empat negaranya. Pesan perdamaian akan sangat relevan bagi negara di Afrika bagian selatan tersebut, yang dilanda perang saudara selama 27 tahun hingga berakhir pada 2002 dan meninggalkan dampak mendalam. 

Â