Trump Minta Negara Arab Normalisasi Hubungan dengan Israel Jika Mau Perang Iran Berakhir

Trump dilaporkan telah melakukan percakapan dengan para pemimpin negara Arab.

Diterbitkan 25 Mei 2026, 20:16 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Washington D.C - Presiden Amerika Serikat Donald Trump meminta sejumlah pemimpin negara Arab untuk menormalisasi hubungan dengan Israel apabila ingin perang Iran berakhir.

Permintaan itu disampaikan Trump dalam percakapan telepon dengan para pemimpin kawasan pada Sabtu (24/5/2026) menurut laporan Axios yang mengutip dua pejabat AS.

Dalam pembicaraan tersebut, Trump disebut berbicara dengan pemimpin Arab Saudi, Uni Emirat Arab, Qatar, Pakistan, Turki, Mesir, Yordania, dan Bahrain. Namun, permintaan normalisasi hubungan dengan Israel dilaporkan tidak mendapat respons dari para pemimpin negara-negara tersebut.

“Terjadi keheningan di sambungan telepon dan Trump sempat bercanda menanyakan apakah mereka masih berada di jalur telepon,” kata salah satu pejabat AS, dikutip dari BBC, Senin (25/5/2026).

Permintaan Trump itu muncul di tengah upaya Washington merampungkan kesepakatan baru untuk menghentikan konflik dengan Iran. Kesepakatan tersebut dilaporkan akan diawali dengan perpanjangan gencatan senjata selama 60 hari.

Namun, sejumlah pejabat Israel mengkhawatirkan isi kesepakatan tersebut. Media Israel Channel 12 melaporkan para pejabat senior menilai perjanjian itu tidak sepenuhnya menguntungkan kepentingan Israel karena belum mencakup program nuklir dan rudal balistik Iran maupun dukungan Teheran terhadap kelompok-kelompok proksi di kawasan.

Pejabat Israel juga khawatir kesepakatan itu memberi ruang bagi Iran untuk memulihkan kekuatan ekonomi dan militernya sebelum negosiasi lanjutan dilakukan.

Trump membela proses negosiasi yang sedang berlangsung melalui unggahan di media sosial Truth Social pada Minggu (25/5). Ia menegaskan kesepakatan yang tengah dibahas akan menjadi perjanjian yang “baik dan tepat.”

Trump juga meminta para negosiator agar tidak terburu-buru menyelesaikan kesepakatan. Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio turut mengatakan kepada The New York Times bahwa kesepakatan nuklir tidak dapat dirampungkan secara instan.

 

Normalisasi Hubungan

Dalam unggahannya, Trump juga menyebut kesepakatan tersebut berpotensi diperkuat melalui perluasan Perjanjian Abraham, yakni kesepakatan normalisasi hubungan antara Israel dan sejumlah negara Arab yang dimediasi AS pada 2020.

Uni Emirat Arab dan Bahrain sebelumnya menjadi bagian dari negara yang menormalisasi hubungan dengan Israel melalui Perjanjian Abraham. Sementara Arab Saudi, Qatar, dan Pakistan hingga kini belum memiliki hubungan diplomatik dengan Israel.

Trump bahkan menyebut kemungkinan Iran ikut bergabung dalam skema kerja sama tersebut. “Siapa tahu, mungkin Republik Islam Iran juga ingin bergabung,” tulis Trump.

Salah satu pejabat AS mengatakan seluruh pemimpin negara yang mengikuti panggilan telepon menyatakan dukungan terhadap upaya mengakhiri perang dengan Iran. Namun, mereka tidak memberikan tanggapan terkait usulan normalisasi hubungan dengan Israel.

Trump disebut akan melanjutkan komunikasi dengan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu setelah pembicaraan tersebut. Ia juga berharap Netanyahu dapat bergabung dalam pembicaraan bersama para pemimpin Arab dan Muslim di masa mendatang.

Utusan Trump, Jared Kushner dan Steve Witkoff, dilaporkan akan menindaklanjuti isu tersebut dalam beberapa pekan ke depan.

Sementara itu, Senator Partai Republik Lindsey Graham mendukung langkah Trump dan menyebut upaya normalisasi hubungan dengan Israel sebagai langkah “brilian.”

Menurut Graham, jika negara-negara Arab dan Muslim bersedia bergabung dalam Perjanjian Abraham sebagai bagian dari penyelesaian konflik Iran, maka kesepakatan tersebut dapat menjadi salah satu perjanjian paling berpengaruh dalam sejarah Timur Tengah.