Italia Akui Hak Cuti untuk Rawat Hewan Peliharaan

Seperti apa regulasi cuti untuk merawat hewan peliharaan yang diakui di Italia?

Diterbitkan 06 Mei 2026, 20:30 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Roma - Sejumlah negara di Eropa mulai mengarah pada pengakuan hak cuti kerja bagi karyawan untuk merawat hewan peliharaan, seiring meningkatnya posisi hewan sebagai bagian dari keluarga modern.

Di Italia, putusan pengadilan menjadi tonggak penting setelah seorang hakim memutuskan mendukung karyawan yang absen kerja untuk merawat anjingnya yang sakit dalam kasus di Roma pada 2017. Pengadilan menilai bahwa mengabaikan hewan dalam kondisi tersebut dapat dikategorikan sebagai bentuk penganiayaan, mengingat adanya perlindungan kesejahteraan hewan dalam hukum nasional.

Perkembangan ini mencerminkan perubahan pandangan sosial, di mana hewan peliharaan kini diposisikan sebagai bagian integral dari unit keluarga. Dampaknya, hak-hak pekerja juga mulai beradaptasi dengan realitas tersebut, dikutip dari laman Euroweeklynews, Rabu (6/5/2026).

Meski belum memiliki undang-undang nasional khusus, Italia telah membangun preseden melalui interpretasi hukum dan perjanjian kerja yang memungkinkan pemberian izin dalam kondisi tertentu. Hal ini dinilai berpotensi memengaruhi kebijakan serupa di negara-negara Eropa lainnya.

Perdebatan kini mulai meluas ke negara seperti Spanyol, yang hingga saat ini belum memiliki aturan khusus terkait cuti untuk merawat hewan peliharaan. Para ahli memperkirakan diskursus serupa akan berkembang di berbagai negara Eropa dalam waktu dekat.

Salah satu pijakan penting terjadi pada 2018, ketika Mahkamah Kasasi Italia memperluas definisi “alasan pribadi atau keluarga yang serius” sehingga mencakup kondisi darurat kesehatan hewan peliharaan. Putusan ini membuka peluang bagi pekerja untuk mengambil cuti dalam situasi tersebut.

 

Ada Sejumlah Persyaratan

Namun, akses terhadap cuti ini tetap dibatasi sejumlah persyaratan. Pekerja harus menyertakan surat keterangan dokter hewan yang membuktikan kondisi darurat, serta menunjukkan bahwa tidak ada pihak lain yang dapat merawat hewan tersebut. Ketentuan ini sejalan dengan aturan yang juga mengatur sanksi atas penelantaran hewan, sehingga memperkuat tanggung jawab pemilik.

Saat ini, parlemen Italia tengah membahas proposal untuk memasukkan ketentuan ini secara eksplisit ke dalam undang-undang. Rancangan tersebut mencakup kemungkinan pemberian hingga tiga hari cuti berbayar setelah kematian hewan peliharaan, serta alokasi jam kerja khusus untuk menangani kondisi sakit atau darurat.

Perkembangan di Italia juga menjadi perhatian negara lain, termasuk Spanyol, terutama setelah adanya perubahan dalam regulasi hak-hak hewan. Kebijakan cuti untuk merawat hewan peliharaan dinilai berpotensi segera diadopsi secara lebih luas.

Untuk saat ini, pemberian izin masih bergantung pada interpretasi hukum dan kebijakan masing-masing perusahaan, sehingga pekerja kerap membutuhkan persetujuan khusus dari pemberi kerja atau harus menempuh jalur hukum.

Langkah legislasi lanjutan di tingkat nasional maupun regional diharapkan dapat memberikan kepastian hukum dan menjadikan praktik ini sebagai aturan yang mengikat bagi pekerja di seluruh Eropa.