Kronologi Mengerikan Penembakan di Sekolah Turki, Korban Tewas Bertambah jadi 9 Orang

Penembakan di sekolah menengah Ayser Calik, Turki, ebanyak sembilan orang tewas dan 13 lainnya terluka, di mana enam di antaranya dalam kondisi kritis.

Diterbitkan 16 April 2026, 11:22 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Korban jiwa akibat tragedi penembakan di sekolah menengah Ayser Calik di Kahramanmaras, Turki, bertambah. Sebanyak sembilan orang tewas dan 13 lainnya terluka, di mana enam di antaranya dalam kondisi kritis. Seperti disampaikan Menteri Dalam Negeri Mustafa Ciftci.

Gubernur Kahramanmaras, Mukerrem Unluer mengatakan, penembakan dilakukan oleh seorang siswa laki-laki kelas 8 di Sekolah Menengah Ayser Calik, Rabu waktu setempat. Alasannya belum diketahui.

Dilansir Antara, Kamis (16/4/2026), pelaku membawa senjata api di dalam ranselnya. Tiba-tiba dia menembak secara membabi buta setelah memasuki dua ruangan kelas. Pelaku tewas dalam peristiwa tersebut. Hingga kini belum diketahui penyebab kematiannya. Apakah bunuh diri atau terluka dalam kekacauan yang terjadi.

Gubernur Unluer mengatakan, senjata yang digunakan kemungkinan milik ayah pelaku. Diketahui, sang ayah merupakan mantan petugas kepolisian. Pelaku dikabarkan datang ke sekolah membawa lima pucuk senjata api dan tujuh magasin.

Menteri Dalam Negeri Ciftci menyampaikan, kegiatan belajar mengajar di Kahramanmaras ditangguhkan selama 2 hari imbas kejadian tersebut.

Sementara itu, Kementerian Kehakiman  telah mengambil tindakan hukum terhadap individu yang mendukung kekerasan, membenarkan pelaku melakukan serangan, menyebarkan kepanikan, dan menyampaikan kabar yang menyesatkan di media sosial dan platform digital.

Aktivitas digital yang muncul setelah serangan tersebut terus dipantau di seluruh 81 provinsi Turki, dengan koordinasi dijalin dengan 171 pengadilan pidana.

Tragedi Berturut-turut

Serangan pada Rabu terjadi sehari setelah insiden penembakan lain di sebuah sekolah menengah atas di Provinsi Sanliurfa, di mana seorang mantan siswa melukai 20 orang. Pelaku mengakhiri hidupnya setelah melakukan serangan.

Mengutip laporan Middle East Eye, pelaku berusia 19 tahun, yang diidentifikasi sebagai OK, menyerang Sekolah Menengah Kejuruan dan Teknik Ahmet Koyuncu, tempat ia sebelumnya pernah bersekolah. Serangan itu dilaporkan dilakukan sebagai bentuk balas dendam atas apa yang ia anggap sebagai kegagalan akademiknya. Ia juga diduga secara pribadi menyalahkan kepala sekolah.

Surat kabar Turki Sabah melaporkan bahwa OK tidak berhasil menyelesaikan pendidikan sekolah menengah pertama karena sering tidak masuk dan kemudian mendaftar di sekolah menengah berbasis pendidikan jarak jauh, yang juga gagal ia selesaikan.

Laporan tersebut menambahkan bahwa ia telah mengancam sekolah tersebut selama beberapa waktu dan bahkan sempat ditahan atas ancaman tersebut sehari sebelum serangan, sebelum akhirnya dibebaskan.

"Bersiaplah, akan ada serangan di sekolah ini dalam beberapa hari," tulisnya dalam salah satu pesan.

Penembakan di sekolah tergolong jarang terjadi di Turki. Para komentator televisi Turki menggambarkan dua serangan yang terjadi dalam dua hari tersebut sebagai kemungkinan aksi tiruan, yang menunjukkan bahwa serangan pertama mungkin telah menginspirasi serangan kedua setelah mendapat liputan media yang luas. Â