10 April 1972: Gempa Dahsyat Guncang Iran Selatan, Lebih dari 5.000 Orang Tewas

10 April 1972 menjadi hari ketika gempa kuat mengguncang Iran selatan dan menewaskan ribuan warga.

Diterbitkan 10 April 2026, 06:00 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Teheran - Gempa bumi kuat berkekuatan sekitar magnitudo 6,7 mengguncang Iran selatan pada 10 April 1972, menewaskan lebih dari 5.000 orang serta menghancurkan kota-kota dan puluhan desa di wilayah terdampak.

Pusat gempa berada di kota Ghir, sebuah kawasan pertanian dengan populasi sekitar 7.000 jiwa. Kota tersebut dilaporkan hancur total, bersama hingga 60 desa di sekitarnya. Sementara itu, kota Jahrom turut mengalami kerusakan parah, dan getaran juga dirasakan hingga Shiraz yang berjarak sekitar 160 kilometer dari pusat gempa.

Otoritas setempat memperkirakan ribuan orang masih tertimbun di bawah reruntuhan. Jenderal Mohammad Fazelli, yang memimpin operasi penyelamatan, mengakui ketidakpastian jumlah korban.

“Hanya Tuhan yang tahu,” ujarnya ketika ditanya berapa banyak korban yang masih terjebak, dikutip dari laman BBC, Jumat (10/4/2026).

Gubernur Jenderal wilayah tersebut, Manucher Pirouz, mengatakan skala kehancuran sangat luas dan akan membutuhkan waktu berhari-hari untuk memastikan jumlah korban jiwa. Ia meninjau langsung wilayah terdampak menggunakan helikopter tak lama setelah gempa pertama.

“Tidak ada satu pun rumah yang masih berdiri,” kata Pirouz, menggambarkan kondisi di pusat gempa. Ia juga menceritakan suasana pilu para penyintas yang mencari anggota keluarga di antara puing-puing. “Seorang berteriak memanggil anak-anaknya, yang lain memanggil ayahnya, yang lain memanggil ibunya,” ujarnya.

Gempa terjadi pada pagi hari ketika sebagian besar pria berada di ladang. Akibatnya, banyak korban tewas diperkirakan adalah perempuan dan anak-anak yang berada di dalam rumah saat bangunan runtuh. Getaran susulan terus terjadi sepanjang hari, memicu kepanikan di kalangan warga yang selamat.

Para penyintas yang kehilangan tempat tinggal terpaksa bertahan di ruang terbuka, mendirikan tenda darurat di dekat desa mereka sambil menunggu bantuan. Pemerintah mengerahkan pesawat untuk menjatuhkan logistik seperti makanan, selimut, dan perlengkapan medis, serta menerbangkan tenaga medis ke lokasi bencana.

Menurut Universitas Teheran, kekuatan gempa awal bahkan tercatat mencapai 7,1 pada skala Richter, menjadikannya salah satu gempa paling kuat dalam sejarah Iran saat itu. Bencana ini terjadi hanya empat tahun setelah gempa besar di wilayah utara Khorasan yang menewaskan sekitar 20.000 orang.

Gempa 1972 di Iran selatan menjadi salah satu tragedi paling mematikan dalam sejarah modern negara tersebut, sekaligus menyoroti kerentanan wilayah tersebut terhadap aktivitas seismik yang tinggi.