Astronaut NASA Mike Fincke Mendadak Tak Bisa Bicara di Angkasa Luar, Penyebabnya Masih Misterius

Berikut penuturan Fincke tentang peristiwa yang membuatnya kembali ke Bumi lebih cepat dari jadwal seharusnya.

Diterbitkan 28 Maret 2026, 12:10 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Washington, DC - Astronaut veteran Mike Fincke mengungkapkan bahwa para dokter hingga kini masih belum mengetahui penyebab dirinya tiba-tiba jatuh sakit di International Space Station, sebuah insiden yang mendorong evakuasi medis pertama oleh NASA pada awal tahun ini.

Dalam wawancara yang dilakukan pada Jumat (27/3/206) dari Johnson Space Center di Houston, Amerika Serikat, Fincke menjelaskan bahwa kejadian tersebut berlangsung secara mendadak pada 7 Januari. Saat itu, ia sedang makan malam setelah mempersiapkan diri untuk kegiatan spacewalk keesokan harinya.

Ia tiba-tiba tidak dapat berbicara dan tidak merasakan rasa sakit apa pun. Rekan-rekannya segera menyadari adanya kondisi darurat dan langsung meminta bantuan tim medis NASA di Bumi. 

"Itu benar-benar terjadi tanpa tanda-tanda. Semuanya berlangsung sangat cepat," ujar Fincke seperti dikutip dari CNA.

Astronaut berusia 59 tahun yang merupakan pensiunan kolonel Angkatan Udara AS tersebut mengatakan bahwa episode tersebut berlangsung sekitar 20 menit. Setelah itu, ia merasa kembali normal dan hingga kini tidak mengalami kejadian serupa lagi.

Fincke menegaskan bahwa dokter telah memastikan dirinya tidak mengalami serangan jantung dan tidak tersedak. Meski demikian, penyebab pasti kondisi tersebut masih belum diketahui dan masih dalam penyelidikan. Ia menyebut bahwa kondisi tersebut mungkin berkaitan dengan lamanya ia berada di angkasa luar tanpa gravitasi, yang totalnya mencapai 549 hari selama kariernya.

Ia telah menjalani sekitar lima setengah bulan dalam misi terbarunya di stasiun angkasa luar—yang semula direncanakan berlangsung sekitar delapan hingga sembilan bulan—ketika gangguan itu mendadak terjadi.

"Sesama kru jelas melihat bahwa saya dalam kondisi darurat," katanya, seraya menambahkan bahwa keenam anggota kru langsung berkumpul di sekitarnya. 

 

Merasa Bersalah

Fincke menjelaskan pula bahwa ia tidak dapat memberikan rincian lebih lanjut terkait kondisi medisnya. Hal ini dilakukan untuk menjaga privasi medis para astronaut lainnya agar mereka tetap merasa aman jika mengalami kejadian serupa.

Dalam insiden tersebut, alat ultrasound yang tersedia di stasiun angkasa luar digunakan untuk membantu pemeriksaan awal. Setelah kembali ke Bumi, Fincke menjalani berbagai tes lanjutan. NASA juga tengah meninjau catatan medis astronaut lain untuk mencari kemungkinan kasus serupa yang pernah terjadi di angkasa luar.

Fincke baru mengungkapkan bahwa dirinya adalah astronaut yang sakit pada akhir bulan lalu, setelah sebelumnya muncul berbagai spekulasi publik.

Ia mengaku merasa bersalah karena insiden tersebut menyebabkan pembatalan spacewalk yang seharusnya menjadi spacewalk ke-10 baginya, sekaligus yang pertama bagi rekannya, Zena Cardman. Selain itu, kejadian ini juga memaksa kepulangan lebih awal bagi dirinya dan tiga kru lainnya.

Misi pemulangan dilakukan oleh SpaceX pada 15 Januari, lebih dari satu bulan lebih cepat dari jadwal semula dan mereka langsung dibawa ke rumah sakit setibanya di Bumi.

"Saya selama ini sangat beruntung selalu sehat. Jadi ini sangat mengejutkan bagi semua orang," ujar Fincke.

Ia mengaku bahwa dirinya sempat meminta maaf kepada banyak pihak atas kejadian tersebut, namun berhenti melakukannya setelah diminta oleh administrator baru NASA, Jared Isaacman.

"Ini bukan salahmu. Ini karena angkasa luar," ujar rekan-rekannya kepada Fincke. "Kamu tidak mengecewakan siapa pun."

Meski mengalami kejadian yang tidak terduga, Fincke tetap optimistis dan berharap dapat kembali terbang ke angkasa luar di masa depan.