Singapura Prediksi Tarif Listrik Naik Dampak Konflik Timur Tengah

Menurut laporan kementerian terkait, Singapura mengimpor gas alam untuk memenuhi sekitar 95 persen kebutuhan pembangkit listrik di negaranya.

Diterbitkan 13 Maret 2026, 10:03 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Singapura - Singapura memperkirakan harga listrik akan naik dalam beberapa bulan mendatang karena konflik yang sedang berlangsung di Timur Tengah.

Menteri yang bertanggung jawab atas Energi dan Sains dan Teknologi di Kementerian Perdagangan dan Industri, Tan See Leng pada unggahan di media sosial Facebook, Kamis, menyebut hal tersebut dapat terjadi karena konflik itu mendorong kenaikan harga minyak dan gas.

Tan melanjutkan, Singapura mengimpor gas alam untuk memenuhi sekitar 95 persen kebutuhan pembangkit listrik di negara itu, dikutip dari laman Antara News, Jumat (13/3/2026).

Sementara, dia menambahkan, Timur Tengah merupakan kawasan utama produsen bahan bakar. Belum lagi dilakukan penutupan Selat Hormuz akibat imbas memanasnya situasi dan itu dapat mengganggu pasokan minyak mentah dan gas alam cair (liquefied natural gas/LNG) global, yang kemungkinan akan mendorong kenaikan harga bahan bakar.

Dia pun menguraikan berbagai langkah yang telah diambil Pemerintah Singapura untuk hal itu.

Tan menyampaikan, sekitar setengah dari pasokan gas negara tersebut berasal dari pipa gas regional yang tidak terdampak oleh situasi saat ini dan itu dapat menjaga keamanan energi Singapura

Dia memastikan Singapura juga mengimpor LNG dari berbagai sumber lain dan tidak terlalu bergantung pada Timur Tengah.

Kemudian, Singapura telah menyiapkan cadangan bahan bakar yang terdiri dari gas dan diesel (solar) yang dapat digunakan oleh perusahaan-perusahaan pembangkit listrik jika terjadi gangguan serius pada pasokan gas.

Selain itu, Otoritas Pasar Energi (Energy Market Authority/EMA) juga mewajibkan turbin pembangkit listrik mampu beroperasi menggunakan gas dan diesel.

Seluruh pembangkit listrik diuji secara rutin guna memastikan unit-unit tersebut dapat beralih ke penggunaan bahan bakar diesel jika diperlukan.

"Rumah tangga dan bisnis memiliki peran penting karena mereka dapat mengurangi sebagian dampak tersebut dengan menghemat listrik serta mengadopsi penggunaan peralatan yang lebih hemat energi," tutur Tan.