Kongres AS: Trump Habiskan Sekitar Rp94 Triliun dalam Dua Hari Pertama Serangan ke Iran

Kongres AS menuntut penjelasan atas dana fantastis yang dihabiskan untuk serangan ke Iran.

Diterbitkan 11 Maret 2026, 14:04 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Washington D.C - Pemerintahan Presiden AS Donald Trump dilaporkan telah menggunakan amunisi senilai sekitar USD 5,6 miliar atau setara sekitar Rp94,9 triliun dalam dua hari pertama operasi militer terhadap Iran. Informasi tersebut disampaikan dalam laporan kepada komite Kongres Amerika Serikat, menurut sumber yang mengetahui isi dokumen tersebut.

Nilai konversi tersebut dihitung menggunakan kurs sekitar Rp16.950 per dolar AS, berdasarkan situs konversi uang Wise.

Pengeluaran besar dalam waktu singkat itu memicu kekhawatiran di kalangan anggota Kongres. Mereka menilai konflik yang dimulai pada 28 Februari bersama sekutu utama AS, Israel, berpotensi menguras persediaan militer Amerika Serikat di tengah kemampuan produksi industri pertahanan yang terbatas.

Beberapa anggota parlemen menilai perang tersebut dapat mempercepat habisnya stok senjata dan amunisi pada saat industri pertahanan masih berjuang memenuhi permintaan yang tinggi, dikutip dari laman Straits Times, Rabu (11/3/2026).

Untuk mengantisipasi kekurangan persediaan, Trump diketahui telah bertemu dengan para eksekutif dari tujuh perusahaan kontraktor pertahanan pada 6 Maret. Pertemuan itu dilakukan ketika Departemen Pertahanan Amerika Serikat atau Pentagon berupaya mempercepat produksi dan pengisian kembali stok amunisi.

Hingga kini, pemerintah AS belum mengumumkan secara resmi total biaya operasi militer yang dilancarkan bersama Israel tersebut.

Kongres Tuntut Penjelasan

Sejumlah anggota Kongres dari Partai Demokrat Amerika Serikat menuntut transparansi yang lebih besar dari pemerintah mengenai operasi militer tersebut.

Mereka meminta pejabat pemerintah memberikan kesaksian terbuka di Kongres terkait berbagai isu, termasuk dampak konflik terhadap kesiapan militer AS dalam mempertahankan negara.

Pemimpin mayoritas Demokrat di Senat, Chuck Schumer, menegaskan pentingnya penjelasan publik dari pemerintah.

“Ketika menyangkut pengiriman anggota militer kita ke medan perang, rakyat Amerika perlu memahami alasannya. Tetapi saat ini mereka bahkan tidak memiliki alasannya. Itu harus diubah,” kata Schumer dalam pidatonya saat membuka sidang Senat pada 10 Maret.

Beberapa staf Kongres memperkirakan Gedung Putih akan segera mengajukan permintaan tambahan anggaran perang kepada parlemen.

Sejumlah pejabat memperkirakan permintaan tersebut dapat mencapai USD 50 miliar, atau sekitar Rp847 triliun, meskipun ada juga yang menilai angka tersebut masih terlalu rendah mengingat skala konflik yang sedang berlangsung.