Liputan6.com, Brussels - Jerman dan Belgia menegaskan tidak akan bergabung dalam serangan militer yang sedang dilakukan Amerika Serikat (AS) dan Israel terhadap Iran. Pernyataan tersebut disampaikan para pejabat pertahanan kedua negara pada Rabu (4/3/2026), di tengah meningkatnya kekhawatiran para pemimpin Eropa mengenai eskalasi konflik dan seruan baru untuk mengedepankan jalur diplomasi.
Menteri Pertahanan Jerman Boris Pistorius mengatakan kepada para anggota parlemen di Berlin bahwa Jerman tidak akan terlibat dalam konflik tersebut.
"Jerman bukan pihak dalam perang ini. Angkatan Bersenjata Jerman tidak akan berpartisipasi dalam perang ini," kata Pistorius dalam sebuah debat parlemen seperti dikutip dari TRT.
Advertisement
Ia menambahkan bahwa pemerintah Jerman akan berupaya semaksimal mungkin untuk membantu meredakan ketegangan dan mencegah meluasnya kekerasan di kawasan.
"Jerman akan melakukan segala yang ada dalam kekuatannya untuk berkontribusi pada de-eskalasi dan untuk membatasi penyebaran kekerasan lebih lanjut," ujarnya.
Dalam kesempatan itu, Pistorius juga mengakui adanya perdebatan mengenai apakah tindakan militer AS dan Israel sesuai dengan hukum internasional. Namun ia menilai bahwa kepemimpinan Iran telah lama melanggar norma-norma internasional dan menunjukkan sikap permusuhan terhadap Israel.
"Satu hal yang jelas: serangan Israel-AS ditujukan terhadap sebuah rezim yang ingin menghancurkan Israel," kata Pistorius, sambil menggambarkan pemerintah Iran sebagai rezim yang represif di dalam negeri dan bersifat destabilisasi di luar negeri.
Meski demikian, ia memperingatkan bahwa serangan militer tanpa rencana pascaperang yang kredibel berpotensi memperpanjang ketidakstabilan.
"Sejarah mengajarkan bahwa memulai perang jauh lebih mudah daripada mengakhirinya," tegas Pistorius. "Kita membutuhkan strategi keluar yang solid, tetapi saat ini saya belum melihat adanya strategi tersebut."
Eropa Tidak Boleh Hanya Jadi Penonton
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5516526/original/082099100_1772322543-3.jpg)
Sementara itu di Brussel, Menteri Pertahanan Belgia Theo Francken menyampaikan pesan yang sama tegasnya. Ia mengatakan kepada parlemen bahwa Belgia tidak akan mendukung serangan militer AS dan Israel terhadap Iran.
"Kami tidak akan melakukan itu," kata Francken.
Ia menegaskan bahwa ada perbedaan antara kemungkinan memberikan bantuan defensif kepada mitra regional dengan ikut terlibat dalam serangan awal yang, menurutnya, bertentangan dengan hukum internasional.
Francken menjelaskan bahwa Belgia dapat merespons permintaan resmi dari negara-negara seperti Yordania atau Uni Emirat Arab sesuai dengan hukum internasional. Selain itu, kewajiban dalam Uni Eropa juga dapat mengharuskan Belgia memberikan bantuan kepada Siprus yang dikelola oleh Yunani jika diperlukan.
Siprus terseret terutama karena keberadaan pangkalan militer Sovereign Base Areas (SBA) milik Inggris, yaitu Akrotiri dan Dhekelia. Perdana Menteri Inggris Keir Starmer pada 1 Maret menyetujui permintaan AS untuk menggunakan pangkalan-pangkalannya menghancurkan situs rudal, depot penyimpanan, dan peluncur Iran yang digunakan menyerang sekutu regional.
Pernyataan menteri Jerman dan Belgia tersebut mencerminkan meningkatnya kehati-hatian di dalam Uni Eropa seiring meluasnya konflik setelah serangan AS dan Israel terhadap Iran, yang kemudian diikuti oleh serangan balasan Teheran berupa rudal dan drone di berbagai wilayah di kawasan tersebut.
Baik Jerman maupun Belgia menekankan bahwa Eropa tidak boleh hanya menjadi penonton dalam menentukan masa depan kawasan. Namun keduanya memberi sinyal bahwa jalur diplomasi, bukan keterlibatan militer yang lebih dalam, harus menjadi langkah yang ditempuh ke depan.
Advertisement
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9332312/original/026531200_1787650496-cek_fakta_Abdul_muti_-_bantuan.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5333221/original/001778100_1756612376-petani_milenial_3.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5564063/original/036332000_1776924981-cek_fakta_-_BSU_2026.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9332053/original/033451400_1787629160-petani_milenial_cek_fakta.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5516224/original/075394400_1772267442-Untitled.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/1411728/original/090898300_1479710069-jerman.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/1411622/original/023534200_1479705881-Belgia.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/1411598/original/098494900_1479704927-Amerika_Serikat.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/1411708/original/048619800_1479708636-Iran.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8563560/original/038389600_1782512243-000_B8FU89E.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9329159/original/077487400_1787223284-1000415165.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9321530/original/009262000_1786447210-robertwaghorn-plane-2899225.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4112717/original/083755900_1659593171-Cuaca-Musim-Panas-Jerman-AP-1.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/2038287/original/098317100_1522231354-800px-Vickers_machine_gun_in_the_Battle_of_Passchendaele_-_September_1917.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9319439/original/081817600_1786250083-WhatsApp_Image_2026-08-09_at_08.04.06.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9317724/original/009166300_1786067380-Untitled.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9317175/original/011760600_1786004631-WhatsApp_Image_2026-08-06_at_15.22.54.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/2403297/original/072213500_1541665453-20181108-Perang-Dunia-I-5.jpg)