Harga Emas Antam Hari Ini 26 Agustus 2026 Turun Rp 18.000, Simak Rincian di Sini

Berikut daftar lengkap harga emas PT Aneka Tambang Tbk (Antam) pada perdagangan Rabu, (26/8/2026).

Diterbitkan 26 Agustus 2026, 09:27 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta -  Harga emas batangan yang dijual oleh PT Aneka Tambang Tbk (Antam) merosot pada perdagangan Rabu (26/8/2026). Harga emas Antam hari ini susut Rp 18.000.

Mengutip laman resmi Logam Mulia, harga emas Antam hari ini dipatok di Rp 2.750.000 per gram. Pada perdagangan sebelumnya, harga emas dibanderol Rp 2.768.000 per gram.

Demikian juga harga buyback (beli kembali) merosot Rp 18.000 menjadi Rp 2.610.000 per gram.

Sebagai informasi, harga buyback merupakan nominal yang didapatkan pemilik emas jika menjual kembali logam mulianya ke Antam. Sementara itu, harga yang tercantum di awal merupakan harga jual resmi kepada konsumen.

Perlu diingat, harga emas Antam bersifat fluktuatif dan dapat berubah sewaktu-waktu mengikuti dinamika pasar.

Sebagai catatan, harga emas Antam pernah mencetak rekor tertinggi sepanjang sejarah (all-time high) pada Kamis (29/1/2026) lalu di level Rp 3.168.000 per gram, dengan harga buyback sebesar Rp 2.989.000 per gram.

Rincian Harga Emas Antam:

  • 0,5 gram: Rp 1.425.000
  • 1 gram: Rp 2.750.000
  • 2 gram: Rp 5.450.000
  • 3 gram: Rp 8.157.000
  • 5 gram: Rp 13.565.000
  • 10 gram: Rp 27.050.000
  • 25 gram: Rp 67.460.000
  • 50 gram: Rp 134.755.000
  • 100 gram: Rp 269.360.000
  • 250 gram: Rp 673.090.000 (pre-order)
  • 500 gram: Rp 1.345.900.000 (pre-order)
  • 1.000 gram: Rp 2.690.600.000 (pre-order)

Seluruh informasi harga mengacu pada situs resmi Logam Mulia, unit bisnis PT Aneka Tambang Tbk.

Harga Emas Dunia

Sebelumnya, harga emas dunia merosot pada Selasa, 25 Agustus 2026 (Rabu pagi Jakarta), tetapi tetap bertahan di dekat level tertinggi dalam lebih dari tiga bulan. Koreksi harga emas dunia didorong pelemahan dolar Amerika Serikat (AS) dan rencana pembelian kembali atau buyback obligasi oleh Departemen Keuangan AS.

Mengutip CNBC, Rabu (26/8/2026), harga emas spot turun 0,1% menjadi US$ 4.647,05 per ons, masih mendekati level tertinggi sejak pertengahan Mei. UOB memprediksi logam mulia ini berada di jalur yang tepat untuk mencatat kenaikan bulanan terkuat sejak September 1999. Adapun harga emas telah naik lebih dari 15% sepanjang bulan ini.

Sementara itu, harga emas berjangka menguat tipis ke level US$ 4.694,50, juga mendekati level tertinggi dalam tiga bulan.

 

Sentimen Harga Emas Lainnya

Dolar AS yang lebih lemah membuat emas yang dihargai dalam mata uang AS menjadi menarik bagi pemegang mata uang asing, sementara imbal hasil (yield) obligasi pemerintah AS yang lebih rendah mengurangi biaya peluang untuk membeli emas batangan.

Indeks dolar telah turun 0,8% sepanjang bulan ini, dan meskipun imbal hasil obligasi pemerintah AS sempat tinggi pada Agustus, rencana pemerintah untuk membeli kembali obligasi berhasil menahannya turun 3 basis poin bulan ini.

Fokus investor juga akan tertuju pada pidato Ketua The Fed AS, Warsh, menjelang Simposium Jackson Hole akhir pekan ini, seiring upaya mereka mencari petunjuk lebih lanjut mengenai prospek suku bunga.

Citi menyebutkan, meskipun pidato Warsh yang bernada hawkish kemungkinan akan menghentikan reli emas saat ini, kejutan yang bernada dovish di Jackson Hole akan sangat menguntungkan bagi emas (ultra-bullish). Hal ini karena pasar tidak hanya akan terus mengabaikan kemungkinan kenaikan suku bunga The Federal Reserve (the Fed), tetapi juga kembali fokus pada perdagangan yang mengantisipasi penurunan nilai mata uang (debasement trade) di tengah kekhawatiran baru mengenai independensi The Fed dan masalah keberlanjutan utang AS.

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6