Kuwait Tak Sengaja Tembak Jatuh 3 Jet Tempur AS Saat Serangan Iran

Bagaimana respons AS soal insiden salah tembak oleh Kuwait ini?

Diterbitkan 03 Maret 2026, 07:38 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Kota Kuwait - Tiga jet tempur Amerika Serikat (AS) secara tidak sengaja ditembak jatuh oleh sistem pertahanan udara Kuwait pada Senin (2/3/2026), di tengah berlangsungnya serangan udara Iran. Demikian pernyataan militer AS.

Insiden tersebut melibatkan tiga pesawat tempur jenis F-15E Strike Eagle milik Angkatan Udara AS. Peristiwa terjadi ketika Iran melancarkan serangan menggunakan pesawat tempur, rudal, dan drone.

Menurut keterangan militer AS, seluruh enam awak pesawat berhasil menyelamatkan diri dengan kursi pelontar sebelum pesawat jatuh. Mereka kemudian ditemukan dan dievakuasi dalam kondisi stabil.

Iran melalui siaran televisi pemerintahnya mengklaim telah menargetkan salah satu pesawat AS yang jatuh di Kuwait. Namun, media tersebut tidak memberikan penjelasan lebih lanjut terkait klaim tersebut.

Seorang saksi mata, Ahmed al-Asar, mengatakan ia mendengar ledakan ketika salah satu pesawat jatuh dari langit dalam keadaan terbakar. Ia kemudian bergegas menuju lokasi kejadian bersama sekitar selusin orang lainnya saat melihat seorang awak pesawat turun dengan parasut.

Al-Asar sempat mengira bahwa pilot yang mendarat tersebut adalah pilot Iran. Namun, setelah mendekat, ia menyadari bahwa yang bersangkutan adalah personel AS sebelum akhirnya tim penyelamat membawa awak tersebut dari lokasi.

Komando Pusat AS (CENTCOM) menyatakan bahwa Kuwait mengakui insiden tersebut. Pemerintah Kuwait menyampaikan bahwa sistem pertahanan udaranya secara tidak sengaja menembak jatuh jet tempur AS sebagai bagian dari dukungan mereka terhadap operasi tempur AS di Iran.

"Jet tempur Angkatan Udara AS secara tidak sengaja ditembak jatuh oleh pertahanan udara Kuwait," demikian pernyataan militer AS. "Kuwait telah mengakui insiden ini dan kami berterima kasih atas upaya pasukan pertahanan Kuwait serta dukungan mereka dalam operasi yang sedang berlangsung ini."

Pihak militer AS menyatakan bahwa penyebab insiden tersebut saat ini masih dalam penyelidikan.