Liputan6.com, Washington, DC - Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump menyatakan kekecewaannya terhadap sikap Iran dalam perundingan nuklir yang berlangsung di Jenewa, Jumat (27/2/2028). Ia menilai Teheran tidak menunjukkan itikad yang sesuai dengan tuntutan Washington, terutama terkait penghentian pengayaan uranium.
"Kami tidak begitu senang dengan cara mereka bernegosiasi. Mereka tidak boleh memiliki senjata nuklir dan kami tidak puas dengan cara mereka bernegosiasi," ujar Trump kepada wartawan seperti dikutip dari CNA.
Trump menegaskan bahwa ASÂ menginginkan Iran sama sekali tidak melakukan pengayaan uranium karena bahan tersebut berpotensi digunakan untuk membuat bom nuklir. Iran berulang kali membantah tengah mengembangkan senjata nuklir.
Advertisement
Menurut Trump, pemerintah Iran "tidak bersedia memberikan apa yang harus kami miliki". Ia juga menyatakan bahwa "tidak ada yang tahu" apakah serangan militer AS akan mampu menggulingkan pemerintahan Iran.
Sebagai bentuk tekanan, Trump telah memerintahkan pengerahan militer terbesar AS di Timur Tengah dalam beberapa dekade terakhir. Kapal induk terbesar di dunia, USS Gerald R. Ford, dilaporkan tengah mendekati pantai Israel. Langkah ini dilakukan untuk menekan Iran agar menyetujui konsesi luas dalam isu-isu yang menjadi perhatian Washington, dimulai dari program nuklirnya.
Sebelumnya, pada 2015, Iran menyepakati pembatasan pengayaan uranium tingkat rendah dalam sebuah perjanjian internasional. Namun, Trump membatalkan kesepakatan tersebut saat masa jabatan pertamanya.
Trump mengklaim pada Juni lalu bahwa fasilitas nuklir utama milik Iran berhasil dihancurkan setelah AS turut serta dalam aksi pengeboman besar-besaran yang dilancarkan oleh Israel.
Oman Klaim Ada Terobosan
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5261018/original/018013200_1750653356-20250623-Foto_Kombo-AFP_1.jpg)
Di tengah pernyataan keras Trump, Oman sebagai mediator perundingan memberikan gambaran yang lebih optimistis.
Menteri Luar Negeri Oman Badr Albusaidi mengatakan Iran menyepakati untuk tidak lagi menimbun uranium ke depan. Selain itu, Iran bersedia mengolah stok uranium yang saat ini masih dimiliki menjadi bahan bakar, sehingga tidak lagi berada dalam bentuk yang berpotensi digunakan untuk pengembangan senjata nuklir.Â
Pernyataan itu disampaikan Albusaidi saat berada di Washington untuk bertemu Wakil Presiden AS JD Vance dan dalam wawancara dengan program CBS News "Face the Nation".
"Jika tujuan akhirnya adalah memastikan selamanya bahwa Iran tidak dapat memiliki bom nuklir, saya pikir kami telah memecahkan masalah itu melalui perundingan ini dengan menyepakati terobosan yang sangat penting dan belum pernah dicapai sebelumnya," katanya.
Ia memperkirakan diperlukan waktu sekitar tiga bulan untuk memfinalisasi kesepakatan, jika hasil perundingan tersebut dapat dipertahankan dan dikembangkan lebih lanjut.
Di tengah dinamika perundingan dan peningkatan tekanan militer, Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio dijadwalkan mengunjungi Israel pada Senin (2/3) untuk membahas isu Iran. Dalam langkah yang jarang terjadi, Rubio akan melakukan perjalanan tanpa membawa wartawan di pesawatnya.
Dalam perkembangan lainnya, Kedutaan Besar AS mengumumkan bahwa personel pemerintah non-darurat dan anggota keluarga mereka diizinkan meninggalkan Israel karena risiko keamanan.
Sejumlah negara turut mengambil langkah pencegahan. Jerman mengeluarkan imbauan yang sangat tidak menganjurkan perjalanan ke Israel. Inggris memindahkan staf diplomatiknya dari Tel Aviv ke lokasi lain di dalam negeri sebagai langkah kehati-hatian. China pun menyerukan warganya untuk meninggalkan Iran secepat mungkin.
Advertisement
Isu Tambahan di Luar Nuklir
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4928474/original/073159500_1724676923-Untitled.jpg)
Selain isu nuklir, Trump dalam pidato kenegaraan pada Selasa (24/2) menuduh Iran mengembangkan rudal yang mampu menjangkau wilayah AS. Pernyataan itu memperluas tekanan Washington agar pembahasan tidak hanya terbatas pada program nuklir. Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio kemudian menegaskan bahwa akan menjadi masalah yang sangat besar jika Iran menolak membicarakan program rudalnya.
Namun, pemerintah Iran menyatakan bahwa perundingan yang sedang berlangsung tetap difokuskan semata-mata pada isu nuklir dan tidak mencakup program rudal.Â
Dalam langkah peningkatan tekanan, Rubio pada Jumat menetapkan Iran sebagai pihak yang terlibat dalam praktik penahanan tidak sah warga negara AS dan memasukkannya ke dalam daftar hitam yang baru dibentuk oleh pemerintah AS untuk menangani kasus tersebut.Â
Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi menyatakan bahwa keberhasilan perundingan memerlukan keseriusan dan realisme dari pihak lain serta menghindari kesalahan perhitungan dan tuntutan berlebihan.
Sementara itu, menurut laporan rahasia yang dilihat AFP, Badan Energi Atom Internasional (IAEA) mengonfirmasi akan mengadakan pembahasan teknis dengan Iran pada Senin dan menyerukan agar Iran bekerja sama secara konstruktif.
Di Teheran, sejumlah warga menyampaikan harapan agar perundingan dapat memperbaiki kondisi ekonomi negara yang terdampak sanksi, meskipun tetap menyimpan ketidakpercayaan terhadap AS.
"Apapun hasil perundingannya, seharusnya membawa perbaikan pada situasi ekonomi rakyat," ujar Ali Bagheri (34).
Hamid Beiranvand (42) mengatakan Iran sebaiknya tidak memberikan konsesi apa pun karena AS dinilai kerap melanggar janji. Namun, ia menambahkan bahwa pada akhirnya semua pihak lebih memilih agar perang dapat dihindari.Â
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9310889/original/017316800_1785380146-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-07-30T095434.257.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9312077/original/024885800_1785478974-indomaret.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9316854/original/006178900_1785992062-Screenshot_2026-08-06_113022.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9316905/original/064384100_1785995980-cek_fakta_luhut.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5488493/original/037865300_1769753942-Untitled.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/1411598/original/098494900_1479704927-Amerika_Serikat.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/1384773/original/024567600_1477395058-Donald_Trump.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/1411708/original/048619800_1479708636-Iran.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5524833/original/035238900_1773017298-Untitled.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/1679084/original/064714700_1502716829-20170814-Retno-Marsudi-CMS-GM5.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9316786/original/087225900_1785989372-Untitled.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5261713/original/017908800_1750682486-AP23215607070697.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3035321/original/019803800_1580276853-airplane-744865_960_720.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/1881704/original/035883300_1518159850-Kim-Yo-Jong-1.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9316754/original/007216600_1785987240-Untitled.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9316707/original/020259600_1785984073-Untitled.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9290338/original/083924200_1783473452-Untitled.jpg)