Liputan6.com, Havana - Pemerintah Kuba memperingatkan maskapai penerbangan bahwa persediaan bahan bakar jet (avtur) di negara itu tidak mencukupi untuk pengisian ulang pesawat. Peringatan ini menjadi langkah terbaru dalam kebijakan penjatahan energi Kuba di tengah tekanan politik Amerika Serikat (AS) yang semakin membatasi akses negara Karibia tersebut terhadap sumber bahan bakar.
Otoritas penerbangan Kuba mengumumkan pemberitahuan resmi kepada maskapai dan pilot pada Minggu (9/2/2026) malam. Dalam pengumuman itu disebutkan bahwa bahan bakar jet tidak akan tersedia di sembilan bandara di seluruh Kuba, termasuk Bandara Internasional Jose Marti di Havana. Kebijakan ini mulai berlaku pada Selasa (10/2) dan direncanakan berlangsung hingga 11 Maret. Demikian seperti dikutip dari Associated Press.
Krisis ini terjadi setelah tekanan politik dari Presiden Donald Trump terhadap negara-negara Amerika Latin secara efektif memutus akses Kuba terhadap sumber utama minyaknya, yaitu Venezuela dan Meksiko.
Advertisement
Pada akhir Januari, Trump menandatangani sebuah perintah eksekutif yang menetapkan tarif terhadap barang dari negara mana pun yang menjual atau memasok minyak ke Kuba. Langkah ini diperkirakan semakin melumpuhkan Kuba, yang saat ini tengah dilanda krisis energi yang semakin parah.
Penjatahan bahan bakar ini diperkirakan tidak terlalu mengganggu penerbangan regional jarak pendek. Namun, kebijakan tersebut menjadi tantangan besar bagi rute jarak jauh dari negara-negara seperti Rusia dan Kanada, yang selama ini menjadi pilar penting dalam sektor pariwisata Kuba.
Pada Senin, Air Canada mengumumkan penangguhan penerbangan ke Kuba. Sementara itu, maskapai lain melaporkan adanya penundaan dan pengaturan transit di Republik Dominika sebelum penerbangan dilanjutkan ke Havana.
Seorang pilot menyatakan bahwa meskipun masalah pengisian bahan bakar pernah terjadi sebelumnya, pengumuman resmi dengan skala sebesar ini tergolong luar biasa, bahkan bagi Kuba yang sudah terbiasa menghadapi krisis berkepanjangan. Ia mengingatkan bahwa terakhir kali pemangkasan serupa terjadi lebih dari satu dekade lalu, ketika pesawat tujuan Eropa harus mengisi bahan bakar di Nassau, Bahama. Saat ini, maskapai regional masih dapat menghindari masalah dengan membawa bahan bakar tambahan, sementara penerbangan lain bisa mengisi ulang di Cancun, Meksiko, atau di Republik Dominika.
Hingga kini, belum ada kejelasan mengenai berapa lama kebijakan tersebut akan diberlakukan. Pejabat Kuba juga belum memberikan pernyataan publik terkait situasi ini.
Puluhan Tahun Hidup dengan Sanksi AS
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4777973/original/039970800_1710869093-Untitled.jpg)
Kekurangan bahan bakar ini menjadi pukulan lanjutan bagi Kuba, yang sangat bergantung pada sektor pariwisata. Industri tersebut sebelumnya menghasilkan pendapatan tahunan sekitar USD 3 miliar dan menjadi penopang utama perekonomian nasional.
Pada Senin yang sama, pejabat Kuba juga mengumumkan pengurangan jam operasional bank serta penangguhan kegiatan budaya. Di Havana, sistem bus umum praktis terhenti, menyebabkan banyak warga terjebak tanpa transportasi di tengah pemadaman listrik yang meluas dan antrean bahan bakar yang semakin panjang.
Keadaan darurat energi ini memaksa pemerintah menangguhkan acara-acara besar seperti Pameran Buku Internasional Havana yang seharusnya berlangsung akhir pekan ini. Selain itu, pelaksanaan musim liga bisbol nasional diatur ulang demi efisiensi. Sejumlah bank memangkas jam layanan, sementara perusahaan distribusi bahan bakar menyatakan tidak lagi menjual bensin dalam peso Kuba. Penjualan kini dilakukan dalam dolar AS dan dibatasi maksimal 20 liter atau sekitar 5,28 galon per orang.
Langkah-langkah terbaru ini melengkapi kebijakan lain yang diumumkan pada Jumat sebelumnya, termasuk pengurangan layanan bus dan pembatasan jadwal keberangkatan kereta api.
Pada Kamis (5/2), Presiden Kuba Miguel Diaz-Canel menyampaikan pidato televisi berdurasi dua jam. Dalam pidato tersebut, ia mengakui dampak krisis yang terjadi dan memperingatkan bahwa sejumlah langkah lanjutan akan diberlakukan dalam beberapa hari ke depan.
Sanksi AS terhadap Kuba telah berlangsung lebih dari enam dekade dan lama menghambat pertumbuhan ekonomi negara tersebut. Namun, tekanan meningkat secara signifikan setelah sebuah operasi militer AS menggulingkan Presiden Venezuela Nicolas Maduro, diikuti dengan sikap Trump yang semakin konfrontatif terhadap Amerika Latin.
Bagi banyak warga Kuba, krisis ini berdampak langsung pada kehidupan sehari-hari, mulai dari pemadaman listrik hingga 10 jam, kelangkaan bahan bakar kendaraan, hingga kekurangan pangan dan obat-obatan. Kondisi ini kerap dibandingkan dengan krisis ekonomi parah pada 1990-an yang dikenal sebagai Periodo Especial en Tiempo de Paz, setelah runtuhnya bantuan dari Uni Soviet.
Advertisement
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5493673/original/005478800_1770263148-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-02-05T103223.078.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8782149/original/002861400_1782877955-Cek_fakta_-_SIM_seumur_hidup.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5449906/original/063102600_1766118428-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2025-12-19T112523.408.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5564063/original/036332000_1776924981-cek_fakta_-_BSU_2026.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/avatars/535776/original/009019900_1469705798-share.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5499081/original/040428100_1770772291-Untitled.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/1411598/original/098494900_1479704927-Amerika_Serikat.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/1384773/original/024567600_1477395058-Donald_Trump.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8256534/original/027399300_1781161052-Vertical_500x656_-_Pentas_Bola_Dunia_2026__3_.png)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8782365/original/061503000_1782884376-AP26181805083891.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8782203/original/029416800_1782879842-mex4.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8782208/original/070447800_1782879843-mex9.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8776307/original/030285700_1782873381-AP26182087478676.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8524757/original/078321100_1782454482-AP26176835585287.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8262583/original/036434300_1781838197-000_B7LE9YQ.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8776146/original/063906300_1782856231-Sweden_s_Lucas_Bergvall__7__and_Yasin_Ayari__18__defend_France_s_Ousmane_Dembele.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8584006/original/084196900_1782546499-AP26178201151443.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8776154/original/033634700_1782859536-France_s_Kylian_Mbappe__10__celebrates_scoring_their_third_goal_with_Michael_Olise.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8776150/original/042954000_1782857106-France_s_Kylian_Mbappe.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8263357/original/030094600_1781903941-063_2282397170.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5516473/original/017053500_1772306812-Untitled.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8720554/original/060197100_1782813704-Untitled.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4166753/original/096704000_1663802133-Harga_Minyak_Dunia_2.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/2849790/original/043609100_1562754392-20190710-Rupiah-Stagnan-Terhadap-Dolar-AS3.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8715568/original/030962100_1782809839-IMG_0030.webp)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5540889/original/074569200_1774841000-6.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4721215/original/050847100_1705711212-fotor-ai-2024012073921.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8689478/original/041298400_1782749054-WhatsApp_Image_2026-06-29_at_21.01.18.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3181744/original/039116300_1594892567-20200716-Rupiah-1.jpg)