Putri Mahkota Norwegia Minta Maaf ke Publik Lantaran Pernah Berteman dengan Jeffrey Epstein

Bagaimana nama putri mahkota Norwegia bisa terkait dengan Jeffrey Epstein?

Diterbitkan 07 Februari 2026, 11:21 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Oslo - Putri Mahkota Norwegia Mette-Marit menyampaikan permintaan maaf terbuka kepada publik setelah terungkap bahwa ia menjalin korespondensi selama beberapa tahun dengan mendiang pelaku kejahatan seksual Jeffrey Epstein. Permintaan maaf itu disampaikan di tengah meningkatnya tekanan publik terhadap Istana Kerajaan untuk memberikan penjelasan rinci mengenai hubungan tersebut.

Dalam pernyataan resmi istana yang dirilis Jumat (6/2/2026), Mette-Marit menyatakan “permintaan maaf yang mendalam” kepada rakyat Norwegia, sekaligus menyampaikan penyesalan atas dampak yang ditimbulkan terhadap institusi monarki. Ia juga secara khusus meminta maaf kepada Raja Harald V dan Ratu Sonja.

“Saya juga meminta maaf atas situasi yang telah saya timbulkan bagi Keluarga Kerajaan, terutama Raja dan Ratu,” ujar Mette-Marit dalam pernyataan tersebut, dikutip dari laman BBC, Sabtu (7/2).

Pengakuan itu muncul setelah ratusan email dari periode 2011–2014 antara Mette-Marit dan Epstein terungkap dalam dokumen yang dipublikasikan Departemen Kehakiman Amerika Serikat pekan lalu. Korespondensi tersebut menunjukkan hubungan yang relatif akrab, termasuk rencana pertemuan langsung dan kunjungan Mette-Marit selama empat hari ke rumah Epstein di Palm Beach, Florida, saat Epstein tidak berada di lokasi.

Isi pesan yang bernada hangat mengejutkan publik Norwegia, terlebih karena Mette-Marit tampak mengetahui bahwa Epstein pernah menjalani hukuman penjara pada 2008 atas kasus kejahatan seksual. Dalam salah satu email pada Oktober 2011, ia menulis telah mencari informasi tentang Epstein di internet dan mengakui bahwa rekam jejaknya “tidak terlihat terlalu baik”.

Meski Istana sebelumnya telah merilis pernyataan singkat yang menyebut Putri Mahkota menyesali “penilaian yang buruk”, desakan publik agar istana memberikan klarifikasi lebih rinci terus menguat. Dalam pernyataan terbaru, istana menyebut Mette-Marit sangat terpukul karena tidak menyadari lebih awal siapa Epstein sebenarnya.

“Ia ingin memberikan penjelasan yang lebih lengkap, tetapi saat ini berada dalam situasi yang sangat sulit dan membutuhkan waktu untuk menenangkan diri,” demikian pernyataan istana.

Sementara itu, Raja Harald V dan Ratu Sonja, yang keduanya berusia 88 tahun, belum memberikan komentar publik. Raja diketahui bertemu Perdana Menteri Jonas Gahr Støre pada Jumat bersama Putra Mahkota Haakon. Kepada wartawan, Haakon mengatakan bahwa istrinya ingin berbicara langsung kepada publik, namun belum memungkinkan. “Saat ini dia tidak bisa, dan saya juga mengatakan bahwa dia tidak diizinkan,” ujarnya singkat.

Kontroversi ini muncul di tengah tekanan lain yang sedang dihadapi keluarga kerajaan. Putra Mette-Marit dari hubungan sebelumnya, Marius Borg Høiby, kini tengah menjalani persidangan besar yang menyedot perhatian nasional. Pria berusia 29 tahun itu menghadapi 38 dakwaan, termasuk empat tuduhan pemerkosaan yang ia bantah.

 

Proses Persidangan

Marius, meski bukan anggota keluarga kerajaan secara resmi, dibesarkan di lingkungan istana bersama Putri Ingrid Alexandra dan Pangeran Sverre Magnus. Persidangan yang diperkirakan berlangsung tujuh minggu itu dimulai pekan ini di Oslo. Jika dinyatakan bersalah, ia terancam hukuman penjara minimal 10 tahun.

Dua hari sebelum persidangan dimulai, Marius kembali ditangkap atas dugaan penyerangan, mengacungkan pisau, dan melanggar perintah penahanan. Saat memberikan kesaksian di pengadilan, ia tampak emosional dan mengatakan telah mengalami tekanan media sejak usia tiga tahun.

Putra Mahkota Haakon mengatakan fokus utama keluarganya saat ini adalah menjaga kebersamaan. “Banyak hal terjadi dalam keluarga kami. Hal terpenting adalah menjaga keluarga. Kami mendukung Marius dalam situasi yang ia hadapi, dan kami juga harus menjaga anak-anak lainnya, termasuk memastikan Putri Mahkota mendapat perhatian,” ujarnya.

Tekanan terhadap Mette-Marit juga diperberat oleh kondisi kesehatannya. Ia diketahui menderita fibrosis paru-paru, dan tim medis tengah mempersiapkan proses untuk memasukkannya ke dalam daftar tunggu transplantasi paru-paru.

Di sisi lain, Putri Ingrid Alexandra, yang berada di urutan kedua pewaris takhta Norwegia, turut menyinggung pemberitaan media melalui unggahan di akun Instagram pribadinya. Dalam pernyataan panjang yang dikutip media lokal, ia mengingatkan pentingnya tidak membuat tuduhan tanpa dasar dan mengecam serangan pribadi yang terus berulang.

Saat dimintai tanggapan terkait unggahan tersebut, pihak istana menyatakan tidak akan memberikan komentar lebih lanjut.