5 ABK Jadi Korban Pembajakan di Somalia, Kemlu RI Pastikan Penanganan Kasus Terus Berjalan

Kemlu RI menyebut, pada 15 Januari 2026 telah berhasil dipulangkan satu ABK WNI dan yang bersangkutan telah tiba di daerah asalnya.

Diterbitkan 03 Februari 2026, 16:07 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia memastikan penanganan kasus pembajakan kapal Liaodongyu berbendera Tiongkok di perairan Somalia berjalan dengan koordinasi intensif untuk menjamin keselamatan warga negara Indonesia (WNI) yang menjadi anak buah kapal (ABK).

Juru Bicara 1 Kementerian Luar Negeri, Yvonne Mewengkang, menyampaikan pada Selasa (3/2/2026) bahwa upaya pemulangan WNI telah berhasil dilakukan untuk satu ABK.

"Pada 15 Januari telah berhasil dipulangkan satu ABK WNI, dan yang bersangkutan telah tiba di daerah asalnya," kata Yvonne.

"Sementara itu, lima ABK WNI lainnya masih berada di atas kapal, dan KBRI Nairobi bersama Direktorat Perlindungan WNI dan BHI Kemlu RI terus melakukan koordinasi dengan pihak berwajib untuk memastikan keselamatan mereka," kata Yvonne.

Kasus ini menjadi perhatian Kemlu RI karena melibatkan keselamatan WNI di wilayah rawan konflik dan pembajakan, dan pemerintah menegaskan komitmen penuh untuk memastikan kondisi ABK tetap aman dan sehat selama proses negosiasi.