Jet Pribadi Jatuh Usai Lepas Landas di Maine AS, FAA: Ada 8 Orang di dalam Pesawat

Akibat kecelakaan, bandara di Bangor, Maine, Amerika Serikat, ditutup sementara waktu.

Diterbitkan 26 Januari 2026, 14:32 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Washington D.C - Sebuah jet pribadi jatuh saat lepas landas dari Bandara Internasional Bangor, Maine, pada Minggu (25/1/2026) malam waktu setempat.

Pesawat tersebut membawa delapan orang, terdiri dari awak dan penumpang, menurut keterangan Otoritas Penerbangan Federal Amerika Serikat (FAA).

Hingga Minggu (25/1) malam, tingkat cedera para penumpang dan awak pesawat belum diketahui. Seorang sumber yang mengetahui penanganan awal insiden tersebut mengatakan kepada CNN bahwa seluruh korban masih dalam proses evaluasi medis.

Pesawat yang mengalami kecelakaan adalah jet bisnis jenis Bombardier Challenger 650. Pihak bandara menyatakan insiden terjadi sekitar pukul 19.45 waktu setempat. Tim tanggap darurat segera dikerahkan ke lokasi kejadian, dikutip dari laman CNN, Senin (26/1).

"Petugas pertolongan pertama masih berada di lokasi dan diperkirakan akan bekerja selama beberapa jam ke depan sebelum informasi tambahan dapat disampaikan," demikian pernyataan bersama Pemerintah Kota Bangor dan Bandara Internasional Bangor. Otoritas setempat juga telah mengaktifkan pusat operasi darurat.

Akibat insiden tersebut, Bandara Internasional Bangor ditutup sepanjang Minggu (25/1) malam.

FAA bersama Badan Keselamatan Transportasi Nasional Amerika Serikat (NTSB) memastikan akan melakukan penyelidikan untuk mengetahui penyebab kecelakaan.

Kecelakaan terjadi di tengah badai salju yang melanda wilayah Timur Laut Amerika Serikat. Kondisi cuaca di Maine dilaporkan berada di bawah titik beku, dengan salju ringan yang menyebabkan jarak pandang sangat terbatas.

Berdasarkan catatan federal, jet tersebut terdaftar atas nama sebuah perusahaan berbadan hukum perseroan terbatas yang berbasis di Houston.

 

Sejumlah Laporan Sebelum Kecelakaan Terjadi

Rekaman audio komunikasi lalu lintas udara yang diperoleh dari LiveATC.net menunjukkan bahwa beberapa menit sebelum kecelakaan, pengendali lalu lintas udara dan pilot membahas jarak pandang yang rendah serta proses penghilangan es pada pesawat. Namun, tidak diketahui secara pasti pihak-pihak yang terlibat dalam percakapan tersebut.

Seorang petugas pengendali lalu lintas udara sempat memberikan izin lepas landas kepada pilot di Landasan Pacu 33 Bandara Bangor. Hampir dua menit kemudian, terdengar perintah darurat melalui radio, "Semua lalu lintas di lapangan dihentikan!"

Tak lama berselang, pengendali lalu lintas udara lainnya melaporkan, "Pesawat terbalik. Kita memiliki pesawat penumpang yang terbalik."

Bandara kemudian ditutup total dan kendaraan darurat diizinkan memasuki area landasan. Dalam komunikasi selanjutnya, petugas pengendali lalu lintas udara menyebutkan bahwa di dalam pesawat terdapat "tiga awak dan kemungkinan lima penumpang."

Penyelidikan lebih lanjut masih berlangsung untuk memastikan faktor penyebab kecelakaan, termasuk kemungkinan pengaruh cuaca ekstrem terhadap proses lepas landas.