1 Jenazah Korban Pesawat ATR 42-500 Dievakuasi Kamis Malam, 5 Lainnya Menyusul Lewat Udara

Tim SAR telah mengumpulkan kelima jenazah tersebut di satu titik dan menyiapkan evakuasi udara yang direncanakan berlangsung pada Jumat (23/1/2026).

OlehFauzan
Diterbitkan 22 Januari 2026, 21:59 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Makassar - Operasi Pencarian dan Pertolongan (SAR) kecelakaan pesawat ATR 42-500 PK-THT di kawasan Pegunungan Bulusaraung, Sulawesi Selatan, terus menunjukkan perkembangan signifikan. Hingga Kamis (22/1/2026), tim SAR gabungan berhasil menemukan enam jenazah korban di sekitar puncak gunung.

Satu jenazah di antaranya bahkan telah berhasil dievakuasi ke Posko AJU Operasi SAR Tompobulu, Kabupaten Pangkep. Sementara 5 jenazah lainnya direncanakan dievakuasi pada esok hari.

Kepala Seksi Operasi dan Siaga Kantor Pencarian dan Pertolongan Kelas A Makassar, Andi Sultan, mengatakan operasi pencarian sejak pagi hari difokuskan pada penyisiran intensif di sektor puncak dan area sekitar lokasi ditemukannya bagian ekor pesawat.

"Sejak pukul 07.53 Wita, empat personel tim puncak melakukan penyisiran di sisi kiri line di sekitar lokasi ekor pesawat. Pemantauan udara juga dilakukan menggunakan helikopter Caracal untuk memperluas jangkauan pengamatan dan mendukung pergerakan tim di darat," kata Andi Sultan.

Hasil penyisiran tersebut membuahkan temuan enam korban pada rentang waktu pukul 09.22 hingga 10.11 Wita. Keenam korban ditemukan pada titik koordinat yang saling berdekatan, meski berada di medan terjal dan jurang sedalam sekitar 350 meter.

"Satu paket korban berhasil diangkat dari kedalaman jurang dan kini telah bersama tim SAR gabungan. Masih ada lima paket lainnya yang akan dievakuasi," ujarnya.

Ia menjelaskan, saat pertama kali ditemukan, posisi masing-masing korban terpencar dengan jarak sekitar 50 meter dan berada di lokasi yang minim serpihan pesawat.

 

Rencana Evakuasi Jalur Udara

Sementara itu, Asisten Operasi Kodam XIV/Hasanuddin, Kolonel Inf Dody Triyo Hadi, menambahkan satu jenazah berhasil diangkat hingga puncak Bulusaraung pada sekitar pukul 17.56 Wita dan langsung diproses untuk evakuasi darat menuju Posko Operasi SAR di Desa Tompobulu, Kecamatan Balocci.

"Sekitar pukul 17.56 Wita, satu korban berhasil kita angkat ke puncak dan saat ini sedang dalam proses penurunan ke posko," ujar Dody.

Jenazah tersebut dievakuasi melalui jalur darat sebelum untuk diserahkan ke tim Disaster Victim Identification (DVI). Selanjutnya, jenazah akan dibawa ke RS Bhayangkara Makassar untuk proses identifikasi lebih lanjut.

"Dari puncak Bulusaraung turun ke posko, kemudian ke DVI, dan selanjutnya ke RS Bhayangkara," jelasnya.

Sementara itu, lima jenazah lainnya masih berada di jurang dengan kedalaman sekitar 300 meter dari puncak Bulusaraung. Tim SAR telah mengumpulkan kelima jenazah tersebut di satu titik dan menyiapkan evakuasi udara yang direncanakan berlangsung pada Jumat (23/1/2026).

"Sejak awal kita menargetkan evakuasi cepat, sehingga lima korban ini akan dievakuasi menggunakan jalur udara, dengan mencari area terbuka yang memungkinkan," kata Dody.

Jika cuaca memungkinkan, kelima jenazah tersebut akan langsung diterbangkan menuju Lanud Sultan Hasanuddin, Makassar. Namun, kondisi cuaca menjadi tantangan utama dalam operasi ini. Upaya dukungan udara menggunakan helikopter Bell 429 untuk dropping personel dan logistik sempat direncanakan, tetapi dibatalkan akibat jarak pandang terbatas dan cuaca yang cepat berubah.

"Medan sangat terjal, jarak pandang terbatas, serta cuaca yang tidak menentu menjadi tantangan utama. Namun seluruh personel tetap bekerja maksimal dengan mengutamakan keselamatan," tegas Andi Sultan.