Pemimpin Hong Kong Perintahkan Penyelidikan Independen atas Kebakaran Mematikan yang Tewaskan 151 Orang

Pemilu legislatif Hong Kong yang dijadwalkan berlangsung pada Minggu (7/12) akan tetap dilaksanakan sesuai rencana.

Diterbitkan 02 Desember 2025, 18:17 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Hong Kong - Pemimpin Hong Kong mengatakan pada Selasa (2/12/2025) bahwa sebuah komite independen akan dibentuk untuk menyelidiki penyebab kebakaran dahsyat pada Rabu (26/11) sore, termasuk pengawasan terhadap renovasi yang dianggap sebagai penyebab bencana yang telah merenggut 151 nyawa.

Polisi telah menangkap 13 orang atas dugaan pembunuhan tidak berencana dalam penyelidikan kriminal atas bencana pekan lalu dan badan antikorupsi juga telah menangkap 12 orang dalam penyelidikan kemungkinan korupsi. Tidak jelas apakah ada dari mereka yang ditangkap atas kedua tuduhan tersebut.

Pihak berwenang menyoroti jaring plastik dan busa insulasi berkualitas buruk yang digunakan selama pekerjaan renovasi di Wang Fuk Court sebagai pemicu kobaran api yang dengan cepat menyebar ke tujuh menara hunian, rumah bagi lebih dari 4.000 orang.

"Untuk mencegah tragedi serupa terjadi lagi, saya akan membentuk komite independen yang dipimpin hakim untuk meninjau alasan di balik penyebab dan penyebaran cepat (kebakaran) serta isu terkait," kata Kepala Eksekutif Hong Kong John Lee dalam konferensi pers seperti dikutip dari CNA.

Para penyelidik telah memeriksa seluruh menara yang hangus, kecuali dua dari tujuh bangunan. Di dalamnya mereka menemukan jenazah para penghuni di tangga dan di atap, tempat mereka terjebak ketika mencoba melarikan diri dari kobaran api. Sekitar 30 orang masih dinyatakan hilang. 

Dalam konferensi pers pada Senin (1/12), para pejabat yang memimpin penyelidikan menjelaskan bahwa hasil uji terhadap beberapa sampel jaring hijau yang membungkus perancah bambu pada saat kebakaran menunjukkan bahwa material tersebut tidak memenuhi standar tahan api.

Sekretaris Utama Eric Chan mengatakan bahwa para kontraktor menempatkan material substandar itu di area-area yang sulit dijangkau, sehingga pada praktiknya tersembunyi dari para inspektur.

Ia menambahkan bahwa busa insulasi yang digunakan kontraktor turut memperbesar kobaran api, sementara sistem alarm kebakaran di kompleks tersebut juga tidak berfungsi dengan baik.

 

 

 

 

 

 

Peringatan China

Seiring meningkatnya kemarahan publik, sejumlah kelompok mulai menuntut transparansi dan akuntabilitas yang lebih besar. 

Ketika ditanya tentang penahanan seorang mahasiswa dari salah satu kelompok dan dua orang lainnya yang dilaporkan sedang diselidiki atas dugaan hasutan, Lee mengatakan bahwa ia tidak akan menoleransi kejahatan apa pun, terutama yang memanfaatkan tragedi tersebut. Ia tidak mengomentari kasus-kasus spesifik.

Amnesty International dan Human Rights Watch sama-sama mengeluarkan pernyataan yang mengkritik penangkapan yang dilaporkan.

"Sekarang adalah waktunya bagi otoritas Hong Kong untuk menyelidiki secara transparan penyebab kebakaran yang menghancurkan ini ... bukan membungkam mereka yang mengajukan pertanyaan yang wajar," kata Amnesty International.

Kantor keamanan nasional China telah memperingatkan individu untuk tidak menggunakan bencana tersebut guna menjerumuskan Hong Kong kembali ke kekacauan seperti pada 2019, ketika protes prodemokrasi dalam skala besar menantang Beijing dan memicu krisis politik.

"Kami dengan tegas memperingatkan para pengacau anti-China yang berupaya mengguncang Hong Kong lewat bencana," kata kantor tersebut. "Apa pun metode yang kalian gunakan, kalian pasti akan dimintai pertanggungjawaban dan dihukum dengan tegas."

Â