Dubes Abdulla Salem AlDhaheri: Volume Perdagangan Indonesia-UEA Capai Rp91,53 Triliun di Tahun 2024

Dubes Abdulla Salem AlDhaheri menegaskan hubungan strategis antara Indonesia-UEA berkembang pesat di bidang politik, ekonomi, perdagangan, investasi, dan pembangunan.

Diterbitkan 28 November 2025, 10:03 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Duta Besar Uni Emirat Arab (UEA) untuk Indonesia Abdulla Salem AlDhaheri menyebut nilai perdagangan antara Indonesia dan UEA mencapai USD 5,5 miliar atau sekitar Rp91,53 triliun pada tahun 2024. Angka tersebut meningkat sebesar 20% dibandingkan tahun 2023, sekaligus menandai penguatan hubungan ekonomi kedua negara.

Pernyataan itu disampaikan AlDhaheri saat perayaan Hari Nasional ke-54 Uni Emirat Arab yang digelar di Raffles Hotel Jakarta, Kamis (27/11/2025).

Dalam kesempatan itu, ia menegaskan bahwa hubungan strategis antara kedua negara berkembang pesat di bidang politik, ekonomi, perdagangan, investasi, dan pembangunan.

UEA dan Indonesia tengah bersiap merayakan 50 tahun hubungan diplomatik pada tahun 2026 mendatang. Sebuah tonggak bersejarah yang menandai kekokohan dan pertumbuhan kemitraan ini,” ujarnya.

Selain perdagangan, Dubes AlDhaheri menambahkan bahwa investasi UEA di Indonesia telah melampaui USD 14 miliar, sementara kerja sama pembangunan mencapai sekitar USD 260 juta.

UEA Tunjukkan Kemajuan Global

Dalam pidatonya, Dubes Abdulla juga menyoroti berbagai pencapaian UEA dalam beberapa dekade terakhir, termasuk perkembangan di sektor ekonomi berbasis pengetahuan, eksplorasi ruang angkasa, energi bersih, dan kecerdasan buatan (AI). UEA bahkan telah meluncurkan model AI bahasa Arab pertama dalam seri “Falcon”, serta membangun kompleks AI raksasa berkapasitas 5 gigawatt bekerja sama dengan Amerika Serikat.

Menurutnya, UEA kini menjadi negara peringkat kedua di dunia dalam proyek investasi asing langsung (FDI), dengan aset kekayaan negara mencapai USD 2,49 triliun.

 

Apresiasi untuk Indonesia

Dubes AlDhaheri menyampaikan apresiasi terhadap kedekatan hubungan kedua negara, yang ia sebut terus diperkuat berdasarkan visi kepemimpinan masing-masing.

Perayaan Hari Nasional UEA ke-54 mengusung slogan “Bersatu”, mencerminkan semangat persatuan rakyat UEA dan nilai kerja sama yang menjadi dasar berdirinya negara tersebut sejak 2 Desember 1971.

Di akhir pidatonya, ia menyampaikan terima kasih kepada lembaga serta perusahaan UEA yang menjadi sponsor acara. Ia menegaskan bahwa kesuksesan UEA merupakan hasil visi pembangunan yang menempatkan sumber daya manusia, inovasi, dan keberlanjutan sebagai pilar utama masa depan.