4 WNI Jadi Korban Kebakaran Hebat di Hong Kong, 2 di Antaranya Meninggal

Kepolisian setempat telah membentuk penyelidikan bersama dengan dinas pemadam kebakaran untuk mengetahui penyebab kebakaran.

Diterbitkan 27 November 2025, 13:34 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Hong Kong - Warga Negara Indonesia (WNI) turut menjadi korban kebakaran hebat di kompleks apartemen Wang Fuk Court, Tai Po, Hong Kong pada Rabu (26/11/2025). 

"Dari hasil koordinasi intensif Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI) Hong Kong dengan Hong Kong Police Force (HKPF), diperoleh informasi hingga saat ini, dua orang WNI dinyatakan meninggal dunia dan dua orang lainnya mengalami luka-luka," demikian dikutip dari pernyataan tertulis Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia (Kemlu RI), Kamis (27/11).

Semua korban merupakan Pekerja Migran Indonesia (PMI) sektor domestik.

"KJRI Hong Kong terus berkoordinasi dengan otoritas setempat serta pihak-pihak terkait lainnya untuk memantau perkembangan situasi dan memberikan pendampingan lanjutan kepada WNI yang terdampak, termasuk penyediaan tempat singgah sementara dan logistik pada gedung KJRI Hong Kong," sebut Kemlu RI.

"KJRI Hong Kong telah menghubungi keluarga WNI terdampak guna menyampaikan keprihatinan dan belasungkawa yang mendalam serta memberikan kejelasan informasi sekaligus menginformasikan langkah penanganan selanjutnya. KJRI juga terus berkoordinasi dengan otoritas setempat dan agen ketenagakerjaan setempat guna pengurusan repatriasi jenazah serta hak-hak terkait."

Sebelumnya dilaporkan bahwa total korban tewas akibat kebakaran hebat ini 44 orang. Melansir The Guardian, pada Kamis pagi, Kepala Eksekutif Hong Kong John Lee mengatakan bahwa 279 orang masih belum ditemukan. Namun, para petugas pemadam kemudian menyampaikan bahwa mereka telah berhasil menjalin kontak dengan beberapa dari mereka. 

Polisi mengatakan tiga pria, berusia antara 52 hingga 68 tahun, telah ditangkap atas dugaan pembunuhan tidak berencana — masing-masing berasal dari sebuah perusahaan konstruksi. Salah satunya adalah konsultan teknik dan dua lainnya adalah direktur.

Â