Tiga Orang Ditangkap di Prancis atas Dugaan Mata-mata untuk Rusia

Selain diduga menjadi mata-mata Rusia, apa alasan Prancis menangkap ketiga orang tersebut?

Diterbitkan 26 November 2025, 17:06 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Paris - Pihak berwenang Prancis menangkap tiga orang yang diduga melakukan kegiatan mata-mata untuk Rusia serta mempromosikan propaganda Kremlin.

Penangkapan tersebut merupakan bagian dari penyelidikan terhadap asosiasi Prancis-Rusia, SOS Donbass, demikian disampaikan kantor kejaksaan Paris pada Selasa (25/11/2025).

Kasus ini muncul di tengah meningkatnya kekhawatiran negara-negara Eropa mengenai campur tangan Rusia, sementara invasi ke Ukraina masih berlangsung, dikutip dari laman France24, Rabu (26/11).

Sejumlah pemerintah Barat menuding intelijen Moskow berusaha memengaruhi opini publik dan mengumpulkan informasi strategis melalui jaringan-jaringan di negara lain.

Salah satu tersangka, pria berkewarganegaraan Rusia berusia 40 tahun, tertangkap kamera CCTV pada September lalu saat memasang poster pro-Rusia di Arc de Triomphe, Paris. Dalam rekaman tersebut, ia kemudian melapor melalui telepon kepada ketua SOS Donbass, seorang perempuan berusia 40 tahun yang juga menjadi target penyelidikan.

Perempuan asal Rusia tersebut diduga berupaya mengumpulkan informasi ekonomi dari kalangan eksekutif perusahaan Prancis. Ia telah menjadi perhatian Direktorat Jenderal Keamanan Dalam Negeri (DGSI) sejak awal tahun.

DGSI menilai aktivitasnya berpotensi mengancam kepentingan nasional, hingga seorang hakim penyidik ditunjuk pada Maret untuk menyelidiki berbagai pelanggaran, termasuk dugaan “kolusi dengan kekuatan asing”, yang dapat dihukum hingga 10 tahun penjara.

SOS Donbass mempromosikan diri sebagai organisasi kemanusiaan yang memberikan bantuan bagi warga sipil di wilayah Donbas, Ukraina timur—kawasan yang sebagian masih berada di bawah kendali Rusia.

Selain dua tersangka utama, seorang pria berusia 63 tahun yang lahir di Seine-Saint-Denis juga ditangkap dalam kasus ini. Adapun tersangka keempat, pria berusia 58 tahun, tidak ditahan namun dikenai pengawasan ketat dan diwajibkan melapor ke polisi setiap minggu.