PM Ukraina Yulia Svyrydenko Mengundurkan Diri

Pergantian kepemimpinan ini berlangsung saat Ukraina menata ulang arah politiknya di tengah perang yang masih berlanjut.

Diterbitkan 13 Juli 2026, 19:58 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Kyiv - Perdana Menteri Ukraina Yulia Svyrydenko mengundurkan diri pada Minggu (12/7/2026) setelah Presiden Volodymyr Zelenskyy mengumumkan perombakan pemerintahan.

Berdasarkan hukum konstitusi Ukraina, mundurnya seorang perdana menteri secara otomatis memicu pengunduran diri massal dari seluruh anggota kabinet menteri. Oleh karena itu, seluruh jajaran pemerintahan saat ini berstatus demisioner dan hanya menjalankan tugas kedinasan sementara hingga kabinet baru resmi terbentuk.

Zelenskyy tetap menjabat sebagai presiden karena Ukraina berada di bawah status darurat militer dan tidak menggelar pemilu selama perang. Ia beberapa kali merombak kabinet untuk memberikan dorongan baru bagi pemerintahannya.

Mengutip laporan Associated Press, Svyrydenko ditunjuk sebagai perdana menteri pada Juli 2025 ketika berusia 39 tahun. Sebelumnya, ia menjabat sebagai menteri ekonomi dan memainkan peran penting dalam tercapainya kesepakatan mineral antara Ukraina dan Amerika Serikat (AS). Kesepakatan tersebut dinilai penting karena semakin mengaitkan kepentingan AS dengan keamanan Ukraina.

Dalam pernyataan di media sosial, Svyrydenko mengaku bangga pernah dipercaya memimpin pemerintahan pada salah satu masa tersulit dalam sejarah modern Ukraina. Ia mengatakan telah membicarakan langkah selanjutnya bersama Zelenskyy, tetapi tidak memberikan penjelasan lebih lanjut.

"Saya tetap siap mengabdi kepada Ukraina dan menjalankan setiap tugas untuk memperkuat posisi negara, membela kepentingan nasional, serta mendekatkan tercapainya perdamaian yang adil," kata Svyrydenko.

Dalam unggahan mengenai pengunduran diri Svyrydenko, Zelenskyy mengatakan Ukraina tengah "mengubah strategi politik". Menurut Zelenskyy, Svyrydenko telah ditawari tanggung jawab untuk menangani bidang baru yang penting dalam hubungan Ukraina dengan salah satu mitra internasional utama.

"Setiap bidang prioritas kebijakan luar negeri akan ditangani oleh orang yang memiliki pengalaman luas, mampu menjalankan kesepakatan di tingkat pemimpin, dan memenuhi harapan rakyat Ukraina," kata Zelenskyy.

Ia juga mengisyaratkan perubahan di jajaran pimpinan lembaga penegak hukum Ukraina.

Setelah pengumuman tersebut, Zelenskyy bertemu dengan sejumlah pejabat senior, termasuk Menteri Energi Denys Shmyhal, Menteri Dalam Negeri Ihor Klymenko, dan Menteri Pertahanan Mykhailo Fedorov.

Zelenskyy belum memerinci seluruh perubahan yang akan dilakukan, namun perombakan kali ini menjadi reorganisasi besar keempat dalam pemerintahannya sejak Rusia melancarkan invasi skala penuh ke Ukraina.

Seluruh rangkaian berkas perombakan kabinet dan surat pengunduran diri massal ini telah resmi diajukan ke parlemen Ukraina (Verkhovna Rada). Anggota parlemen dijadwalkan berkumpul pada Selasa, 14 Juli 2026, untuk melakukan pemungutan suara guna memberikan persetujuan resmi serta membahas nama-nama kandidat menteri yang baru.