Apa Itu Bedcover? Pengertian, Fungsi, Jenis Bahan, dan Bedanya dengan Selimut

Apa itu bedcover? Simak pengertian, fungsi, jenis bahan, hingga perbedaannya dengan selimut, duvet, dan sprei plus tips memilih dan merawatnya.

Diterbitkan 13 Juli 2026, 20:20 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta Setiap kali menata kamar tidur agar lebih estetik, banyak orang penasaran apa itu bedcover dan mengapa benda ini selalu masuk daftar perlengkapan tidur. Sekilas bentuknya mirip selimut, padahal peran keduanya tidak sepenuhnya sama.

Bedcover adalah kain penutup yang diletakkan di atas kasur untuk melindungi sekaligus mempercantik tempat tidur. Kehadirannya membuat kamar terasa lebih rapi, bersih, dan nyaman dipandang.

Karena itu, memahami apa itu bedcover akan membantu kamu memilih perlengkapan tidur yang tepat sesuai kebutuhan. Salah memilih justru bisa membuat pengeluaran mubazir dan tampilan kamar kurang maksimal.

Apa Itu Bedcover?

Secara sederhana, apa itu bedcover bisa dijawab sebagai kain penutup kasur yang berfungsi ganda, yaitu melindungi tempat tidur sekaligus menjadi elemen dekoratif. Lapisan luarnya dibuat halus dengan motif menarik, sementara bagian dalamnya biasanya diberi isian empuk agar terasa nyaman saat disentuh.

Di Indonesia, bedcover umumnya tersusun dari dua lapis kain dengan isian dakron di tengahnya, lalu hadir dalam ukuran standar mengikuti kasur seperti single, queen, dan king. Struktur inilah yang membuat bedcover terlihat lebih tebal, empuk, dan rapi ketika dibentangkan di atas ranjang.

Memahami apa itu bedcover sejak awal akan memudahkan kamu menata ruang, apalagi jika ingin menghadirkan kamar tidur sempit yang tetap aesthetic. Dengan begitu, fungsi perlindungan dan keindahan bisa didapatkan sekaligus lewat satu perlengkapan.

Baca juga: 7 Desain Rumah Ukuran 6x8 yang Sederhana tapi Nyaman untuk Keluarga Kecil

Fungsi Bedcover

Fungsi bedcover ternyata lebih luas daripada sekadar penutup kasur biasa. Sebagaimana diungkapkan American Lung Association, alergen tungau debu memang menempel pada tempat tidur, kasur, hingga perabot berlapis kain, dan paparan terbesar terhadap alergen ini justru terjadi saat kita tidur. Itulah alasan lapisan pelindung seperti bedcover menjadi penting untuk menjaga tempat tidur tetap bersih.

  1. Melindungi kasur dari debu dan kotoran. Ukuran bedcover yang lebih besar mampu menutup seluruh permukaan kasur, sehingga debu dan noda tidak mudah meresap ke sprei maupun kasur di bawahnya.
  2. Menjaga kebersihan dan kesehatan. Dengan menghalau debu serta serangga kecil, bedcover ikut mengurangi kontak dengan pemicu alergi pada kulit maupun saluran pernapasan.
  3. Memberi kehangatan tambahan. Bedcover berisi dakron cukup tebal untuk menahan hawa dingin, baik dari suhu AC maupun cuaca malam, sehingga tidur terasa lebih nyenyak.
  4. Mempercantik dan menambah estetika kamar. Motif serta warnanya yang beragam bisa langsung mengubah nuansa ruang, cocok untuk beragam gaya mulai dari kamar tidur remaja perempuan yang Instagramable hingga dekorasi kamar ala Korea yang minim budget.
  5. Menambah kenyamanan tidur. Permukaan yang lembut dan adem membuat tubuh lebih rileks, yang pada akhirnya mendukung manfaat tidur cukup bagi kesehatan fisik dan mental.
  6. Mudah diganti untuk menyegarkan suasana. Kamu bisa berganti motif sesuai musim atau suasana hati tanpa perlu mengganti seluruh perlengkapan tidur.

Soal urusan mempercantik ruang, sentuhan motif memang punya peran besar. Garance Rousseau, desainer interior, dikutip dari Livingetc, menyatakan, "Motif floral kembali naik daun. Dalam praktik saya, saya senang berkreasi dengan pola yang berbenturan dan menghadirkan elemen tak terduga di kamar tidur."

Baca juga: 10 Ide Dekorasi Kamar Kos Estetik Low Budget dan 7 Ide DIY Hiasan Kamar Modal Rp 50 Ribu

Jenis Bahan dan Model Bedcover

Sebelum membeli, penting mengenali bahan dan model bedcover karena keduanya menentukan kenyamanan sekaligus daya tahan produk. Mengutip Wayfair, bedcover paling umum dibuat dari dua bahan utama, yaitu microfiber atau poliester yang ringan dan cepat kering, serta katun yang awet, breathable, dan sejuk di kulit.

  1. Katun. Lembut, adem, mudah menyerap keringat, dan gampang dicuci, menjadikannya favorit untuk pemakaian sehari-hari di iklim tropis.
  2. Poliester. Tahan kusut dan biasanya lebih terjangkau, cocok untuk yang mengutamakan warna awet dengan harga bersahabat.
  3. Microfiber dan microtex. Serat mikro yang sangat halus dan ringan, terasa lembut di kulit serta memiliki sirkulasi udara yang baik.
  4. Sutra dan satin. Memberi kesan mewah dan licin, ideal bagi yang mengutamakan tampilan elegan pada tempat tidur.
  5. Serat bambu. Terkenal sejuk, lembut, dan cenderung ramah untuk kulit sensitif.
  6. Velvet dan chenille. Bertekstur plush dan hangat, lebih pas untuk nuansa kamar yang terasa mewah dan hangat.
  7. Katun Jepang dan CVC. Alternatif dengan keseimbangan antara kelembutan, ketahanan, dan harga.

Dari sisi model, pilihannya juga beragam. Ada tipe quilted yang terdiri atas tiga lapis kain dijahit sehingga bertekstur, chenille atau velvet yang lembut dan hangat, serta woven yang paling tipis dan cocok dipakai saat cuaca panas. Untuk menyamakan motif dengan interior, kamu bisa menyesuaikannya dengan konsep desain kamar tidur 3x3 meter yang estetik dan fungsional.

Model dengan detail dekoratif pun kembali digemari. Jaimie Baird, desainer interior, dikutip dari Livingetc, menyatakan, "Rok tempat tidur atau coverlet berumbai membawa kesan warisan dan kecanggihan, tetapi jadikan ia aksen, bukan pemeran utama."

Perbedaan Bedcover dengan Selimut, Duvet, dan Sprei

Perbedaan pertama terletak pada fungsi dan struktur antara bedcover dan selimut. Bedcover dirancang menutupi seluruh kasur sebagai pelindung sekaligus penghias, sementara selimut fokus menjaga kehangatan tubuh dan umumnya lebih fleksibel serta ringan. Karena itulah bedcover cenderung lebih lebar dan rapi menutup sisi kasur, sedangkan selimut menyesuaikan kebutuhan kehangatan pemakainya.

Berbeda lagi dengan duvet, yang sebenarnya terdiri dari isian tebal berbalut cover yang bisa dilepas dan dicuci terpisah. Bedcover cenderung lebih tipis dan dekoratif, sehingga sering menjadi lapisan teratas yang tampil di permukaan tempat tidur. Menariknya, banyak hotel menonjolkan lapisan atas yang bersih dan tertata rapi; Kevie Murphy, desainer utama di K.A. Murphy Interiors, dikutip dari Homes & Gardens, menyatakan, "Saya selalu menjaga lapisan teratas tempat tidur tetap putih dan segar, bersih, klasik, serta sepenuhnya mudah dicuci." Nuansa seperti itu bisa kamu tiru lewat 8 trik membuat kamar terlihat seperti hotel bintang lima.

Sementara itu, sprei atau bed sheet adalah lapisan pertama yang langsung membungkus kasur dan bersentuhan dengan kulit. Fungsinya menahan tubuh agar tidak langsung menyentuh kasur, sedangkan bedcover diletakkan di atas sprei sebagai pelapis tambahan. Karena posisinya berbeda, keduanya justru saling melengkapi, bukan menggantikan.

Tips Memilih dan Merawat Bedcover

Memilih bedcover yang tepat membutuhkan pertimbangan ukuran, bahan, warna, hingga cara perawatannya. Kualitas juga tidak boleh diabaikan; Kathy Kuo, desainer interior sekaligus pendiri Kathy Kuo Home, dikutip dari Homes & Gardens, menyatakan, "Saran terbesar saya dalam memilih perlengkapan tidur adalah jangan pernah berhemat pada kualitas."

  1. Sesuaikan ukuran dengan kasur. Pilih bedcover yang sedikit lebih besar dari kasur agar seluruh sisi tertutup rapi, entah untuk ukuran single, queen, maupun king.
  2. Utamakan bahan yang menyerap keringat. Katun atau microtex membuat tidur lebih sejuk dan nyaman, terutama di daerah beriklim panas.
  3. Pilih warna dan motif sesuai tema kamar. Selaraskan dengan konsep ruangan, misalnya mengikuti gaya pada dekorasi kamar 3x3 low budget agar terlihat luas dan estetik.
  4. Perhatikan kemudahan perawatan. Sebagaimana disampaikan Mayo Clinic, seluruh sprei, selimut, sarung bantal, dan bedcover sebaiknya dicuci dengan air panas minimal 54 derajat Celsius (130 derajat Fahrenheit) untuk membunuh tungau debu sekaligus mengangkat alergen.[5]https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/dust-mites/diagnosis-treatment/drc-20352178 Namun, selalu cek label perawatan karena tidak semua bahan tahan suhu tinggi.
  5. Keringkan dan simpan dengan benar. Pastikan bedcover benar-benar kering sebelum disimpan agar tidak lembap dan berjamur, serta lipat rapi di tempat yang bersih.
  6. Sesuaikan dengan iklim. Untuk kondisi tropis, bahan yang lebih tipis dan ringan biasanya lebih praktis dan nyaman digunakan sepanjang tahun.

Perawatan rutin juga menjaga tekstur bedcover tetap prima. Sean McGregor, dokter spesialis kulit, dikutip dari Cleveland Clinic, menyatakan, "Proses pencucian mengembangkan bantal dan meratakan isian selimut Anda. Itu membantu menjaga bantal dan selimut senyaman mungkin sepanjang masa pakainya."

Agar prosesnya lebih mudah, gunakan mesin cuci 1 tabung yang irit air dan listrik untuk cucian berukuran besar, lalu manfaatkan model jemuran gantung untuk rumah kecil saat menjemur. Jika sempat menemukan noda membandel, kamu bisa mengikuti panduan cara menghilangkan jamur pada kain agar bedcover tetap bersih dan awet.

Pada akhirnya, bedcover bukan sekadar pelengkap, melainkan investasi kecil untuk kenyamanan tidur sekaligus keindahan kamar dalam jangka panjang. Perpaduan pemilihan dan perawatan yang tepat akan membuat tampilan ruang tetap menawan, bahkan pada rumah tipe 21 dengan satu kamar tidur sekalipun.

Pertanyaan dan Jawaban Seputar Bedcover

Apa perbedaan bedcover dan selimut?

Bedcover berfungsi sebagai penutup kasur sekaligus elemen dekoratif yang menutupi seluruh permukaan ranjang, sedangkan selimut lebih fokus menghangatkan tubuh saat tidur. Bedcover umumnya lebih lebar dan rapi menutup sisi kasur, sementara selimut dibuat lebih fleksibel mengikuti kebutuhan kehangatan pemakainya.

Apakah bedcover bisa digunakan sebagai selimut?

Bisa, terutama bedcover berisi dakron yang cukup tebal sehingga mampu memberi kehangatan tambahan saat udara dingin. Namun, karena fungsi utamanya adalah pelindung dan penghias kasur, bedcover tidak selalu senyaman selimut khusus yang memang dirancang untuk menyelimuti tubuh sepanjang malam.

Bahan bedcover apa yang paling bagus dan nyaman?

Bahan yang populer antara lain katun, microtex, dan microfiber karena lembut, menyerap keringat, serta mudah dirawat. Untuk iklim tropis seperti di Indonesia, sebaiknya pilih bahan yang ringan dan sejuk agar tidur tetap nyaman dan tubuh tidak gerah.