Pria di Tangerang Cetak Uang Palsu dari Kontrakan

WW dibekuk di Jalan Raya Pakuhaji, Kabupaten Tangerang.

Diterbitkan 13 Juli 2026, 20:45 WIB
Share
Copy Link
Batalkan
Jadi intinya...
  • Pria WW ditangkap karena memproduksi dan mengedarkan uang palsu di Tangerang.
  • Polisi menyita Rp 68,57 juta uang palsu dan alat produksi dari WW.
  • Pelaku dijerat Pasal 374 dan 375, terancam 10 tahun penjara.

Liputan6.com, Jakarta - Pria berinisial WW (32), nekat memproduksi dan mengedarkan sendiri uang palsu di wilayah Tangerang. Aksi tersebut pun terbongkar saat WW hendak melakukan transaksi.

WW diamankan bersama barang bukti uang palsu siap edar senilai Rp 68,57 juta serta berbagai peralatan yang diduga digunakan untuk memproduksi uang palsu.

Kapolsek Pakuhaji, AKP Prapto Lasono mengatakan, pengungkapan kasus bermula dari laporan masyarakat terkait praktik peredaran uang palsu di wilayah Pakuhaji, Kabupaten Tangerang.

"Berbekal informasi dari masyarakat, tim Opsnal langsung bergerak melakukan penyelidikan. Saat dilakukan pemeriksaan terhadap terduga pelaku, petugas menemukan puluhan lembar uang palsu pecahan Rp 100 ribu dan Rp 50 ribu yang diduga siap diedarkan," ujar Prapto, Senin (13/7/2026).

Saat itu WW berada di Jalan Raya Pakuhaji, Kampung Bebulak Dato, Kelurahan Pakuhaji, Kabupaten Tangerang.

 

 

Dari hasil interogasi awal, pelaku mengaku masih menyimpan uang palsu beserta peralatan pembuatannya di sebuah kontrakan di kawasan Jelupang, Serpong Utara. Polisi kemudian melakukan pengembangan dan menemukan lokasi yang diduga dijadikan tempat produksi uang palsu.

Dalam penggeledahan tersebut, petugas menyita ratusan lembar uang palsu berbagai pecahan, bahan setengah jadi, lembaran uang yang belum dipotong, hingga perlengkapan produksi seperti tinta UV, stempel, kuas, lakban, pylox bening, lem semprot, cutter, senter UV, serta berbagai alat lainnya.

"Total barang bukti yang diamankan meliputi uang palsu pecahan Rp 100.000 sebanyak 338 lembar, pecahan Rp 50.000 sebanyak 617 lembar, dan pecahan Rp 20.000 sebanyak 46 lembar, dengan total nilai mencapai Rp 68.570.000,"katanya.

Sejak 2025

Dari pemeriksaan sementara, pelaku mengaku memperoleh bahan dasar uang palsu dari seseorang yang hanya dikenalnya dengan nama panggilan "God Hand", yang disebut berasal dari Bandung. Selanjutnya, pelaku diduga menyelesaikan proses pembuatan uang palsu secara mandiri, mulai dari pemasangan pita pengaman, penyatuan lembar uang menggunakan lem semprot, penyemprotan pelapis agar menyerupai tekstur uang asli, hingga pembuatan efek hologram menggunakan bahan tertentu.

Polisi juga mendalami pengakuan pelaku yang menyebut praktik tersebut telah dijalankan sejak tahun 2025. Selain memburu pemasok bahan baku, penyidik akan menelusuri kemungkinan adanya jaringan lain yang terlibat dalam produksi maupun peredaran uang palsu tersebut.

Sementara, Kapolres Metro Tangerang Kota Kombes Pol. Raden Muhammad Jauhari, mengimbau masyarakat agar lebih teliti saat menerima uang tunai, terutama dalam transaksi langsung.

"Masyarakat diimbau selalu menerapkan prinsip 3D, yakni Dilihat, Diraba, dan Diterawang saat menerima uang. Apabila menemukan atau mencurigai adanya uang palsu maupun aktivitas yang mengarah pada tindak pidana, segera laporkan kepada kantor polisi terdekat atau melalui layanan Call Center Polri 110 yang siap melayani selama 24 jam," ujar Jauhari.

Pelaku saat ini dijerat Pasal 374 dan Pasal 375 mengatur tentang tindak pidana pemalsuan dan penyimpanan mata uang palsu dengan pidana penjara selama 10 tahun.

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6