Ledakan Dahsyat di Kantor Polisi Srinagar Tewaskan 9 Orang

Kebanyakan korban tewas adalah polisi serta petugas forensik yang sedang memeriksa tumpukan bahan peledak.

Diterbitkan 15 November 2025, 16:18 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, New Delhi - Setidaknya sembilan orang tewas dan lebih dari 30 lainnya terluka setelah tumpukan bahan peledak sitaan meledak di sebuah kantor polisi di Srinagar, kota utama di Kashmir yang dikuasai India.

Ledakan besar itu terjadi Jumat (14/11/2025) malam di kantor polisi kawasan Nowgam, di wilayah selatan Srinagar. Menurut sumber, proses identifikasi korban menjadi sulit karena beberapa jenazah ditemukan dalam kondisi hangus.

"Ledakannya begitu kuat hingga potongan tubuh ditemukan di rumah-rumah warga sekitar, berjarak 100 hingga 200 meter dari kantor polisi," ujar sumber tersebut, dikutip dari laman Al Jazeera, Sabtu (15/11).

Kebanyakan korban tewas adalah polisi serta petugas forensik yang sedang memeriksa tumpukan bahan peledak tersebut. Dua pejabat pemerintah Srinagar juga dilaporkan meninggal dunia. Dengan lima korban berada dalam kondisi kritis, jumlah kematian diperkirakan masih bisa bertambah.

"Bukan serangan teror. Polisi menyebut ini sebagai insiden yang sangat disayangkan," tulis Aditya Raj Kaul, editor eksekutif senior NDTV, dalam unggahannya di media sosial. Ia menambahkan bahwa ledakan terjadi saat tim sedang memeriksa bahan-bahan peledak yang disimpan di kantor polisi.

Insiden ini terjadi hanya beberapa hari setelah ledakan mobil mematikan di New Delhi pada Senin lalu, yang menewaskan sedikitnya 12 orang di dekat Benteng Merah. Ledakan tersebut disebut pejabat sebagai aksi teror, dan terjadi beberapa jam setelah polisi menangkap sejumlah tersangka serta menyita bahan peledak dan senapan serbu.

 

Upaya Penyelidikan Polisi

Pasca ledakan di ibu kota, polisi di wilayah Kashmir yang dikuasai India sudah menahan lebih dari 650 orang sebagai bagian dari penyelidikan.

Kantor polisi Nowgam—lokasi ledakan Jumat malam—diketahui memimpin penyelidikan terkait poster-poster yang disebarkan kelompok Jaish-e-Muhammad (JeM) di wilayah tersebut. Poster itu berisi ancaman serangan terhadap pasukan keamanan dan "orang luar".

Penyelidikan mengungkap adanya “ekosistem teror kerah putih” yang melibatkan profesional dan mahasiswa teradikalisasi dengan koneksi ke agen asing yang berbasis di Pakistan dan negara lain. Polisi juga menyita hampir 3.000 kg bahan peledak yang disebut sebagai persediaan untuk rencana serangan besar di India.

Kashmir sendiri telah lama menjadi wilayah sengketa antara India dan Pakistan sejak keduanya merdeka dari Inggris pada 1947. Kedua negara sudah berperang tiga kali memperebutkan wilayah Himalaya tersebut, dan ketegangan hingga kini tetap tinggi di antara New Delhi dan Islamabad.