Abdullah Hammoud Kembali Jadi Wali Kota Dearborn, Tambah Panjang Daftar Pemimpin Muslim di AS

Abdullah Hammoud meraih lebih dari 70 persen suara atas penantangnya.

Diterbitkan 06 November 2025, 16:08 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Washington D.C - Para pemilih di Dearborn kembali memberikan kepercayaan kepada Wali Kota Abdullah Hammoud, yang berhasil meraih masa jabatan keduanya sebagai Wali Kota.

Kemenangan telak ini ia peroleh setelah meraih lebih dari 70 persen suara atas penantangnya, Nagi Almudhegi, dikutip dari laman Wdet, Kamis (6/11/2025).

Berbicara di hadapan sekitar 250 pendukung yang berkumpul di Pusat Kebudayaan Bint Jebail pada Selasa (4/11) malam, Hammoud menegaskan bahwa Dearborn dibangun di atas semangat kebersamaan lintas agama, latar belakang, dan pandangan politik.

“Untuk komunitas Arab-Amerika kami, keluarga Polandia, Irlandia, Italia-Amerika Serikat, untuk para pendatang baru dan penduduk lama — kulit putih, hitam, maupun cokelat — dan untuk setiap keyakinan serta latar belakang, Dearborn adalah tempat di mana Anda dilihat, dihargai, dan diterima,” ujarnya.

Hammoud pertama kali terpilih pada 2021, menjadikannya wali kota Arab-Amerika dan Muslim pertama di Dearborn, setelah memobilisasi ribuan relawan dalam upaya pembersihan besar-besaran pascabanjir parah yang melanda kota tersebut.

Dalam pencalonan kembali ini, ia menekankan komitmennya untuk melanjutkan pekerjaan yang telah dimulai selama empat tahun terakhir.

“Kunci memenangkan pemilihan ulang adalah memperlakukan warga dengan bermartabat — mendatangi mereka di rumah dan komunitas mereka, mendengarkan kebutuhan mereka, dan menghadirkan perubahan nyata yang dapat dilihat serta dirasakan keluarga mereka. Itu yang kami lakukan di Dearborn,” katanya.

Pada hari yang sama, para pemilih Dearborn juga secara bulat menolak usulan perubahan sistem menjadi distrik untuk pemilihan kursi dewan kota, mempertahankan sistem yang berlaku saat ini.

Tambah Daftar Pemimpin Muslim di AS

Di tengah dinamika politik Amerika Serikat, dua sosok Muslim lainnya terus mencuri perhatian karena perannya dalam memperkuat representasi komunitas minoritas: Zohran Mamdani dan Ghazala Hashmi.

Zohran Mamdani, anggota Majelis Negara Bagian New York, dikenal sebagai progresif yang vokal memperjuangkan isu perumahan, hak imigran, dan transportasi publik. Lahir dari keluarga akademisi dan aktivis, Mamdani menjadi salah satu Muslim pertama yang terpilih di legislatif New York. Kehadirannya dianggap penting dalam memperluas suara komunitas Afrika dan Asia Selatan di negara bagian tersebut.

Sementara itu, Ghazala Hashmi mencetak sejarah sebagai Muslim perempuan pertama yang terpilih di Senat Negara Bagian Virginia. Lahir di India dan bermigrasi ke AS pada usia muda, Hashmi meniti karier panjang di dunia pendidikan sebelum terjun ke politik. Di senat, ia fokus pada kebijakan pendidikan, kesehatan, dan pemberdayaan komunitas imigran. Kemenangannya pada 2019 dipandang sebagai tonggak penting dalam peningkatan representasi politik Muslim di AS.

Kehadiran Mamdani dan Hashmi bukan hanya simbol keberagaman, tetapi juga mencerminkan realitas bahwa warga Muslim semakin aktif berpartisipasi dalam proses demokrasi. Mereka membawa perspektif baru, mengangkat isu-isu kerakyatan, dan memperluas ruang inklusivitas dalam politik Amerika.