25 Oktober 1920: Nasib Tragis Raja Yunani Tewas di Usia Muda Akibat Luka Gigitan Monyet

Raja Yunani Alexander wafat setelah gigitan monyet membuatnya infeksi, dan meninggalkan sang putri yang lahir beberapa bulan kemudian.

Diterbitkan 25 Oktober 2025, 06:00 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Athens Saat Raja Alexander di Yunani, menyelamatkan anjingnya dari monyet milik seorang penghuni istana, ia justru mendapatkan gigitan monyet yang berubah menjadi infeksi, menyebabkan kematiannya dengan pemerintahan tersingkat pada 25 Oktober 1920.

Kejadian ini terjadi saat Raja Alexander sedang berjalan santai di halaman kastil di luar Athena. Ia melihat seekor monyet bernama Barbary bertengkar dengan anjing peliharaannya.

Dirinya segera melerai pertengkaran tersebut, tetapi infeksi dari gigitan yang didapatkan berubah menjadi septik dan sekitar tiga minggu kemudian ia meninggal, dilansir dari History.com, Sabtu (25/10/2025).

Raja Alexander lahir pada tahun 1893 dari pasangan Raja Yunani Konstantinus I dan Ratu Sophia, saudara perempuan kaisar Jerman terakhir, Kaiser Willhelm II.

Kematiannya meninggalkan takhta singkat yang dijabatnya selama ia hidup. Di sisi lain, hubungannya dengan putri seorang kolonel Yunani, Aspasia Manos, menuai kontroversi karena status sosial.

Pada tahun 1917, Pangeran Alexander menjadi raja setelah ayahnya dipaksa turun takhta. Fakta lain juga mengungkap bahwa ia bukanlah pewaris takhta utama.

Walaupun Alexander masih muda dan kemampuannya kurang berpengalaman.

Ia tetap dinobatkan sebagai raja dan selalu mengikuti jejak Venizélos, yang menyatakan perang terhadap Jerman dan Blok sentral lainnya.

Kontroversi

Selama masa pemerintahannya yang singkat, Alexander berusaha mengikuti kebijakan Perdana Menteri Eleuthérios Venizélos dengan berpihak kepada sekutu.

Sementara itu, pernikahan mereka tidak sempat diakui secara resmi sebelum kematian Raja Alexander, karena Uskup Agung Gereja Katolik Yunani tidak memberikan persetujuannya.

Demi memiliki kehidupan bersama kekasih, mereka melarikan diri ke Paris dan berada dalam pengasingan.

Beberapa bulan kemudian, Alexander kembali ke Yunani dan meninggal setelah terinfeksi gigitan monyet dan meninggalkan putrinya, Alexandra, yang lahir beberapa bulan setelah kematiannya.

Â