Liputan6.com, Washington D.C - Gelombang protes besar mengguncang sejumlah kota besar di Amerika Serikat, termasuk New York, Washington DC, Chicago, Miami, dan Los Angeles. Ribuan orang turun ke jalan untuk menyuarakan penolakan terhadap kebijakan Presiden Donald Trump yang dinilai otoriter dan mengancam demokrasi negara itu.
Di New York City, ribuan warga berkumpul di kawasan ikonis Times Square sejak Sabtu pagi. Massa memenuhi jalanan dan pintu masuk stasiun bawah tanah sambil membawa spanduk bertuliskan pesan-pesan seperti "Democracy is not a Monarchy" (Demokrasi bukan Monarki) dan "The Constitution is not Optional" (Konstitusi bukan Pilihan).
Meski sejumlah sekutu Trump menuding aksi tersebut berafiliasi dengan kelompok sayap kiri Antifa, para penyelenggara menegaskan bahwa unjuk rasa bertajuk "No Kings" itu digelar secara damai. Di situs resminya, panitia menekankan bahwa anti-kekerasan merupakan prinsip utama gerakan mereka dan mengimbau peserta untuk menghindari provokasi.
Advertisement
Sepanjang aksi, massa meneriakkan yel-yel "Inilah rupa demokrasi!" sambil diiringi tabuhan drum, lonceng sapi, dan berbagai alat musik yang menambah semangat. Dari udara, helikopter dan drone tampak memantau jalannya demonstrasi, sementara aparat kepolisian berjaga di sekitar lokasi.
Di antara berbagai bendera yang dikibarkan, tampak satu bendera bergambar tengkorak khas anime bajak laut One Piece turut melambai di tengah massa. Simbol tersebut diketahui kerap muncul dalam aksi protes anti-pemerintah di berbagai negara, mulai dari Peru hingga Madagaskar.
Departemen Kepolisian New York melaporkan bahwa lebih dari 100.000 orang turun ke jalan di lima wilayah kota, dan seluruh aksi berjalan damai tanpa satu pun penangkapan. Di sekitar 7th Avenue, seorang petugas memperkirakan jumlah peserta di kawasan Times Square saja mencapai lebih dari 20.000 orang, dikutip dari laman BBC, Minggu (19/10/2025).
Salah satu peserta, Beth Zasloff, seorang penulis dan editor lepas, mengaku ikut bergabung karena merasa marah dan prihatin atas arah pemerintahan Trump yang menurutnya "bergerak menuju fasisme dan kekuasaan otoriter."
"Saya sangat mencintai Kota New York," ujarnya. "Berada di sini bersama begitu banyak orang memberi saya harapan."
Sejak kembali ke Gedung Putih pada Januari lalu, Presiden Trump memperluas kewenangan eksekutifnya secara signifikan — mulai dari membubarkan sebagian lembaga federal hingga mengerahkan Garda Nasional ke sejumlah kota tanpa persetujuan gubernur negara bagian. Ia juga meminta pejabat tinggi penegak hukum untuk menindak orang-orang yang dianggap sebagai "musuh politiknya".
Trump menepis tudingan sebagai diktator atau fasis, dengan alasan bahwa langkah-langkahnya diperlukan untuk "memulihkan negara dari krisis". Namun, para pengkritik menilai kebijakannya justru melanggar konstitusi dan mengancam sistem demokrasi Amerika.
Pengakuan Demonstran
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5254166/original/008048000_1750074088-20250616-Demo_Anti_Trump-AFP_3.jpg)
Di antara para pengunjuk rasa, Massimo Mascoli, pensiunan insinyur berusia 68 tahun asal New Jersey yang lahir di Italia, mengatakan bahwa ia ikut turun ke jalan karena khawatir Amerika sedang menapaki jalan serupa seperti Italia di masa lalu.
"Paman saya seorang pahlawan Italia yang menentang rezim Mussolini dan dibunuh oleh kaum fasis. Saya tak pernah membayangkan akan melihat fasisme lagi di Amerika Serikat," ungkapnya.
Mascoli juga menyoroti kebijakan imigrasi Trump yang kian ketat serta pemangkasan anggaran kesehatan yang berdampak pada jutaan warga.
"Kami tidak bisa lagi bergantung pada Mahkamah Agung, pemerintah, atau Kongres. Semua lembaga tampaknya tidak berpihak pada rakyat. Jadi kami berjuang," tegasnya.
Pemimpin Minoritas Senat AS sekaligus senator dari New York, Chuck Schumer, turut hadir dalam aksi tersebut.Dalam unggahan di X (Twitter), ia menulis:
"Kita tidak punya diktator di Amerika — dan kita tidak akan membiarkan Trump terus mengikis demokrasi kita,"
seraya membagikan foto dirinya memegang plakat bertuliskan "Fix the Healthcare Crisis" (Perbaiki Krisis Layanan Kesehatan).
Advertisement
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/2892802/original/045596000_1566805482-20190826-Jokowi-sebut-kaltim-jadi-ibu-kota-baru-ANGGA-8.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8208033/original/056349800_1781066890-063_2280813255.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3267613/original/079814300_1602679710-Kejahatan_Siber.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8471519/original/070085400_1782374653-Tugas__40_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/avatars/1238139/original/082014900_1521205275-pp.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5254165/original/095812100_1750074078-20250616-Demo_Anti_Trump-AFP_1.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/1384773/original/024567600_1477395058-Donald_Trump.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/1411598/original/098494900_1479704927-Amerika_Serikat.jpg)

:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8256534/original/027399300_1781161052-Vertical_500x656_-_Pentas_Bola_Dunia_2026__3_.png)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8260382/original/054470700_1781590662-063_2281748273.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8261539/original/051141200_1781743137-IMG-20260618-WA0008.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8625922/original/005183100_1782620553-063_2283651686.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8625483/original/070181900_1782619556-000_B8K37NR.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8479065/original/058215800_1782390523-afsel.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8315631/original/085066700_1782183105-AP26173665939735.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8621093/original/089503900_1782612244-063_2283639746.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8269025/original/029326100_1782119069-063_2281966729.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8620430/original/011957700_1782610877-000_B8JY4LY.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8620429/original/007432300_1782610876-000_B8JY7M2.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8322679/original/008420700_1782191790-Amine_Gouiri.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8615608/original/002262500_1782601852-063_2283621934.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5488493/original/037865300_1769753942-Untitled.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8451107/original/036314100_1782347531-Untitled.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5461829/original/047106800_1767458658-Untitled.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5435038/original/086391400_1765002403-Screenshot_2025-12-06_132515.png)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5522304/original/046186800_1772753122-Untitled.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8263996/original/078485900_1782044075-Untitled.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4066834/original/034753100_1656461868-Harga_Minyak_AFP.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5321083/original/014211100_1755662628-Untitled.jpg)