Ketua Mahkamah Agung India Jadi Sasaran Lemparan Sepatu, Ini Sebabnya

Fenomena ini menambah panjang peristiwa lempar sepatu yang mendunia.

Diterbitkan 08 Oktober 2025, 13:05 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, New Delhi - Seorang pengacara di India nekat melempar sepatu ke arah Ketua Mahkamah Agung BR Gavai di ruang sidang, setelah tersulut emosi oleh pernyataan sang hakim yang dianggap menyinggung salah satu dewa Hindu. Insiden yang terjadi pada hari Senin (6/10/2025) di Delhi itu memicu kehebohan besar karena dianggap sebagai penghinaan publik serius sekaligus pelanggaran keamanan di lembaga peradilan tertinggi negara tersebut.

Tiga pengacara yang berada di ruang sidang mengonfirmasi kepada BBC bahwa sepatu tersebut benar-benar dilemparkan ke arah hakim. Salah satu dari mereka mengatakan bahwa benda itu sempat mengenai Ketua Mahkamah Agung dan seorang hakim lainnya lalu jatuh di belakang mereka.

Pelaku, Rakesh Kishore, dilaporkan berteriak "India tidak akan menoleransi penghinaan terhadap Sanatan Dharma (Hinduisme)" saat dia digiring keluar dari ruang sidang oleh petugas keamanan. Dia kemudian langsung diskors dari profesinya sebagai pengacara.

Advokat Ravi Shanker Jha, yang menyaksikan langsung insiden tersebut, menuturkan kepada BBC bahwa Kishore melempar sepatunya dan mengangkat tangan untuk menegaskan bahwa dialah yang melempar.

"Setelah ditangkap oleh petugas keamanan ruang sidang, ketua mahkamah agung meminta para pengacara untuk tetap melanjutkan argumen mereka dan tidak terpengaruh oleh insiden itu," tambah Jha.

Menurut pengacara lain, Anas Tanwir, Gavai tetap tenang sepanjang kejadian. Hingga kini, dia belum memberikan komentar publik terkait insiden tersebut.

Pihak berwenang India kemudian menyatakan bahwa tidak akan ada tuntutan yang diajukan terhadap Kishore.

Respons PM Modi

Dalam wawancara dengan media daring India, The Print, Kishore menjelaskan bahwa tindakannya berawal dari petisi yang baru-baru ini ditolak oleh majelis hakim yang dipimpin oleh Gavai, di mana sang hakim juga memberikan komentar mengenai Dewa Wisnu.

Ketika menolak permohonan untuk membangun kembali patung Dewa Wisnu setinggi tujuh kaki di sebuah kuil di Negara Bagian Madhya Pradesh bulan lalu, Gavai mengatakan, "Ini murni litigasi demi publisitas... Pergilah dan minta dewa itu sendiri untuk melakukan sesuatu."

Pernyataan tersebut memicu kontroversi luas, dengan sebagian pihak menuduh sang hakim telah memperolok keyakinan umat Hindu. Menanggapi kritik itu, Gavai seperti dilaporkan Press Trust of India (PTI) menegaskan bahwa dia menghormati semua agama.

"Dia bukan hanya menolak permohonan itu, namun juga menertawakan Dewa Wisnu," ujar Kishore kepada The Print.

Beberapa jam setelah melempar sepatu, Kishore kembali berbicara dan mengatakan bahwa dia tidak bisa tidur sejak 16 September, yakni sejak pernyataan Gavai yang dianggapnya menghina dibuat.

Perdana Menteri Narendra Modi mengecam keras aksi pelemparan sepatu terhadap Gavai, menyebutnya sangat tercela dan bergabung dengan berbagai pihak dari seluruh spektrum politik yang turut mengutuk kejadian itu.

Menurut laporan PTI, Modi bahkan menghubungi Gavai secara langsung dan mengatakan bahwa insiden itu telah membuat seluruh rakyat India marah.

"Tidak ada tempat bagi tindakan seburuk ini di masyarakat kita," ujarnya.

Awal tahun ini, Presiden Kenya William Ruto juga pernah menjadi sasaran lemparan sepatu saat menghadiri sebuah rapat umum. Pada 2008, seorang jurnalis Irak sempat melemparkan sepatu ke arah Presiden Amerika Serikat (AS) saat itu, George W. Bush, sebagai bentuk protes terhadap invasi AS ke Irak.