Ternyata Ini Alasan Kursi di Kereta Api Tak Punya Sabuk Pengaman

Berbeda dari kendaraan lain, kereta api dirancang tanpa sabuk pengaman. Mengapa justru kendaraan ini tak membutuhkannya?

Diterbitkan 09 Oktober 2025, 21:30 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Pada umumnya, kereta api banyak dijumpai tidak dilengkapi dengan sabuk pengaman, kecuali wahana roller coaster.

Bahkan kereta dari California Zephyr milik Amtrak hingga kereta peluru Shinkansen di Jepang tidak memiliki sabuk pengaman bawaan.

Di sisi lain, mobil sebagai salah satu kendaraan berkecepatan tinggi memiliki alasan tersendiri menggunakan sabuk pengaman.

Hal ini bertujuan untuk mengurangi kematian penumpang kursi depan hingga 45 persen dan cedera kritis hingga 50 persen, dilansir dari Mental Floss, Kamis (11/8/2025).

Menurut dewan Keselamatan Nasional Amerika Serikat, sabuk pengaman telah menyelamatkan lebih dari 374.276 jiwa antara tahun 1975 hingga 2017.

Salah satu contohnya, pesawat yang dilengkapi sabuk pengaman untuk mencegah cedera penumpang akibat turbulensi.  

Risiko Rendah Dibandingkan Kendaraan Lain

Walaupun kereta api tidak memiliki sabuk pengaman, bukan berarti kendaraan ini kurang aman. Terdapat desain, sistem bergerak, dan keselamatan kereta berbeda dengan mobil atau pesawat.

Penelitian juga menemukan bahwa risiko berpergian dengan kereta api terlalu rendah untuk membuat sabuk pengaman sebagai investasi yang efektif.

Selain itu, studi tentang potensi pemasangan sabuk pengaman mengatakan bahwa kerugiannya lebih besar dibandingkan keuntungannya.

Meski terkadang ada kecelakaan tragis, seperti anjloknya kereta api di Philadelphia pada tahun 2015, yang menewaskan delapan orang dan melukai 200 lainnya, kecelakaan tersebut tetap jarang terjadi secara statistik.

Dibandingkan kendaraan lain, kematian akibat mobil diperkirakan sepuluh kali lebih besar daripada jumlah kematian akibat transportasi umum, termasuk kereta api, bus, trem, dan kereta bawah tanah.

Perbedaanya terlihat dari cedera, pada tahun 2023 tercatat 6.542 cedera terkait kereta api di Amerika Serikat, sementara kecelakaan jalan raya yang tidak fatal mencapai 2.44 juta kasus.

Berdasarkan data tersebut, pakar keselamatan transportasi Steven Harrod menyampaikan kepada The New York Times (2015) mengenai kegunaan sabuk pengaman di kereta api.

''Sabuk pengaman di kereta api tidak akan menambah tingkat perlindungan yang relevan secara statistik,'' ucapnya.

 

Sabuk Pengaman Tidak Praktis di Kereta

Kereta api sering kali dirancang untuk penumpang berdiri, sehingga sabuk pengaman untuk semua penumpang akan mengurangi kapasitas.

Bahkan jika dipasang, tidak ada jaminan penumpang akan menggunakannya, dan menambah waktu untuk membuka sabuk yang menyebabkan keterlambatan.

Opsi paling sederhana dan murah dapat menggunakan sabuk pangkuan dua titik seperti yang digunakan pesawat, tetapi tidak cukup melindungi penumpang kereta yang bergerak menyamping, maju, dan mundur.

Sementara sabuk tigak titik yang lebih aman justru sulit dipasang ke kursi kereta, sehingga memerlukan perubahan besar pada interior gerbong.

 

Langkah Keselamatan yang Tidak Tepat

Laporan Badan Riset Transportasi Akademi Nasional (2007) memperingatkan, penumpang yang tidak mengenakan sabuk dapat ''menjadi proyektil.''

Hal ini bisa terjadi ketika mereka menabrak penumpang lain atau kursi di depan mereka. Sehingga penggunaan sabuk pengaman membuat perjalanan kereta lebih berisiko.

Menurut Badan Keselamatan dan Standar Kereta Api Inggris, kursi dan sabuk pengaman yang kaku mungkin mengurangi risiko cedera bagi penggunanya, tapi meningkatkan risiko penumpang yang tidak menggunakannya.

The New York Times (2015) menjelaskan bahwa pemasangan sabuk pengaman di kereta api juga menimbulkan kesulitan.

Oleh karena itu, para ahli menyarankan perusahaan kereta dan pemerintah fokus pada teknologi keselamatan modern. Seperti Positive Train Control dan Advanced Obstacle Detection, sebuah sistem otomatis yang memantau lalu lintas dan kondisi rel.

Dengan begitu, keselamatan kereta api ditingkatkan dari luar gerbong, bukan hanya menambah sabuk pengaman di dalam.

Â