7 September 1996: Rapper Tupac Shakur Tewas Ditembak, Pelaku Pembunuhan Belum Terungkap

Bagaimana kronologi kematiannya Tupac Shakur dan apa yang membuat pelaku pembunuhan belum terungkap?

Diterbitkan 07 September 2025, 06:00 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Washing, D.C - Tepat pada 7 September 1996, dunia musik dikejutkan dengan penembakan rapper legendaris Amerika, Tupac Amaru Shakur, di Las Vegas, Nevada. Sang musisi yang lebih dikenal dengan nama panggung 2Pac atau alias Makaveli itu meninggal enam hari kemudian, pada usia 25 tahun, akibat luka tembak. Hingga kini, pembunuhnya tidak pernah terungkap.

Tupac, yang dikenal karena liriknya tentang ketidakadilan sistemik dan isu sosial, berada di Las Vegas untuk merayakan ulang tahun rekannya, Tracy Danielle Robinson. Malam itu, ia bersama Suge Knight, bos label Death Row Records, menghadiri pertandingan tinju antara Bruce Seldon melawan Mike Tyson di MGM Grand, dilansir dari The New Daily, Minggu (7/9/2025).

Usai pertandingan, rombongan Tupac terlibat perkelahian dengan Orlando "Baby Lane" Anderson, yang diduga anggota geng rival Southside Compton Crips. Pertikaian itu dipicu tuduhan bahwa Baby Lane pernah mencoba merampas kalung Death Row milik salah satu anggota kelompok Tupac. Rekaman CCTV memperlihatkan bagaimana kelompok rapper itu memukuli Anderson di lobi hotel.

 

Penembakan Sadis

Beberapa jam kemudian, Tupac dan Knight meninggalkan hotel dengan mobil BMW hitam menuju klub malam Death Row, Club 662. Saat berhenti di lampu lalu lintas menjelang tengah malam, sebuah Cadillac putih mendekat ke sisi penumpang. Seketika, rentetan peluru dilepaskan ke arah mobil.

Tupac terkena empat tembakan, di lengan, paha, dan dua kali di dada, dengan salah satunya menembus paru-paru kanan. Ia segera dilarikan ke rumah sakit, ditempatkan dalam koma medis, namun enam hari kemudian dinyatakan meninggal dunia.

Keesokan harinya, para anggota Outlawz, geng rap yang dekat dengan Tupac, melakukan ritual aneh dengan mengisap ganja yang dicampur abu kremasi sang rapper, mengutip salah satu liriknya dalam lagu Black Jesus.

Namun, kasus pembunuhan ini tidak pernah benar-benar terpecahkan. Investigasi kepolisian dinilai berantakan, bukti-bukti pun tidak pernah cukup kuat untuk menjerat pelaku.

Pada 2002, jurnalis investigasi Chuck Philips menulis di Los Angeles Times bahwa Orlando "Baby Lane" Anderson diyakini sebagai penembak yang menghabisi Tupac. Meski sempat diwawancarai singkat oleh polisi Las Vegas, Anderson tidak pernah ditetapkan sebagai tersangka hingga akhirnya ia sendiri tewas dalam insiden penembakan lain.

Nama rapper Christopher "Biggie Smalls" Wallace, alias The Notorious B.I.G., juga sempat disebut sebagai salah satu tersangka, bersama beberapa tokoh kriminal di New York. Namun hingga kini, pembunuhan Tupac Shakur tetap menjadi misteri paling kelam dalam sejarah musik hip hop.