Affan Kurniawan Tewas Dilindas Rantis Brimob Jadi Sorotan Media Asing

Mulai dari media asal Inggris, Australia hingga negara tetangga menyoroti kematian Affan Kurniawan.

Diperbarui 29 Agustus 2025, 13:31 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Pengemudi ojek online (Ojol) Affan Kurniawan tewas setelah dilindas mobil rantis Brimob saat kericuhan demo pada Kamis (28/8/2025). Ribuan ojol mengawal proses pemakaman Affan Kurniawan di TPU Karet Bivak, Jakarta, Jumat (29/8).

Presiden Prabowo Subianto mengikuti langsung perkembangan yang terjadi terkait kematian Affan Kurniawan. Dia mengaku kecewa atas tindakan aparat yang membuat Affan meninggal dunia.

"Saya sangat prihatin dan sangat sedih terjadi peristiwa ini pemerintah akan menjamin kehidupan keluarganya," ujar Prabowo.

Berita mengenai tewasnya Affan Kurniawan ini tak hanya jadi pemberitaan dalam negeri. Sorotannya juga sampai ke media asing. Mulai dari media asal Inggris, Australia hingga negara-negara tetangga.

Berikut selengkapnya dikutip dari berbagai sumber:

Media asal Singapura Straits Times menyoroti status Affan yang merupakan tulang punggung keluarga dengan kebekerja sebagai pengemudi ojol.

Di rumah duka yang dipenuhi kerabat dan tetangga, sang ibu, Erlina, hanya bisa menangis mengenang putra sulungnya. Dengan suara terbata, ia menyampaikan harapannya agar pelaku dihukum seadil-adilnya.

"Saya ingin orang yang membunuh anak saya mendapatkan hukuman seberat-beratnya. Affan baru saja menyelesaikan pengantaran makanan dan hendak menjemput penumpang berikutnya," kata Erlina, 41 tahun, yang sehari-hari bekerja sebagai pembantu rumah tangga, demikian disebutkan dalam artikel bertajuk: Justice for Affan: Outrage in Jakarta after delivery rider killed by police vehicle in protest clash

Menurutnya, Affan adalah tulang punggung keluarga. "Dia bekerja sangat keras. Dari hasilnya, dia menabung untuk membeli tanah dan membangun rumah bagi kami di kampung halaman, di Lampung," tambahnya lirih.

 

Sorotan Media Asal Inggris

Media asal Inggris Reuters juga ikut memberitakan insiden kematian Affan.

Dalam artikel bertajuk: Indonesian students vow more protests after one killed in Jakarta demonstration menyoroti kendaraan lapis baja milik polisi melindas Affan hingga tewas.

Menurut asosiasi ojek daring, korban tidak terlibat dalam aksi unjuk rasa.

"Sebagai Kapolres dan atas nama seluruh jajaran, saya menyampaikan permintaan maaf dan belasungkawa yang sedalam-dalamnya," kata Asep yang menjadi anggota asosiasi ojek daring.

Insiden itu memicu aksi spontan sejumlah pengendara motor yang berunjuk rasa di depan markas Brimob, Kamis malam. Media lokal melaporkan, puluhan personel TNI kemudian dikerahkan untuk meredam situasi.

Media Inggris lainnya yang ikut memberitakan kematian Affan adalah Bloomberg. Dalam artikel berjudul Protests Planned After One Killed In Police Clash disampaikan bahwa masyarakat Indonesia mempertanyakan respons dari Presiden Prabowo Subianto.

 

Sorotan Media Asal Australia

Kematian Affan tak luput dari pemberitaan media asal Australia yaitu The Australian dalam artikel bertajuk: Indonesian police apologise after killing Jakarta protester.

The Australian menyebut bahwa kelompok hak asasi manusia Indonesia telah memperingatkan bahwa kekerasan polisi yang berulang dan berlebihan terhadap pengunjuk rasa yang menjalankan hak demokratis mereka berisiko kembali ke era otokratis Suharto.

Sorotan lain juga datang dari Bangkok Post. Media asal Thailand itu menyampaikan bahwa Indonesia kembali bersiap menghadapi gelombang protes baru pada Jumat (29/8) setelah seorang pengemudi ojek daring tewas dalam bentrokan antara demonstran dan polisi.

Insiden tersebut memicu kemarahan publik sekaligus mempertanyakan cara Presiden Prabowo Subianto menangani perbedaan pendapat di ruang publik.

Kejadian tragis tersebut segera menyulut kemarahan di media sosial, sementara rekan-rekan sesama pengemudi menggelar aksi spontan di luar markas polisi hingga larut malam. Mereka memperingatkan potensi kerusuhan yang lebih besar jika aparat tidak segera mengambil langkah tegas.

Ratusan mahasiswa Universitas Indonesia juga menyatakan akan turun ke jalan. Mereka berencana menggelar aksi protes di depan Mabes Polri pada Jumat siang, menuntut pencopotan Kapolri serta akuntabilitas atas penangkapan dan tindak kekerasan yang belakangan dialami para pengunjuk rasa.