Militer Israel Disebut Kerahkan 50.000 Pasukan Cadangan untuk Fase Baru Perang di Gaza

Kapan fase baru perang di Gaza dimulai? Simak informasinya berikut ini.

Diperbarui 20 Agustus 2025, 16:54 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Tel Aviv - Seorang pejabat militer Israel mengatakan pada Rabu (20/8/2025) bahwa para jenderal tertinggi negara itu telah menyetujui rencana untuk memanggil puluhan ribu pasukan cadangan guna memulai fase baru operasi di beberapa wilayah paling padat penduduk di Gaza.

Berbicara dengan syarat anonim sesuai dengan peraturan militer, pejabat itu seperti dilansir AP mengatakan bahwa militer akan beroperasi di bagian Kota Gaza yang sebelumnya belum dimasuki oleh militer Israel dan di mana Hamas masih aktif.

Pasukan Israel saat ini sudah beroperasi di lingkungan Zeitoun dan Jabaliya di Kota Gaza untuk mempersiapkan landasan bagi operasi yang diperluas, yang diperkirakan akan mendapatkan persetujuan dari kepala staf dalam beberapa hari mendatang.

Masih belum jelas kapan operasi itu akan dimulai. Pejabat tersebut mengatakan 50.000 pasukan cadangan akan dipanggil dalam bulan mendatang, hampir menggandakan jumlah pasukan cadangan aktif menjadi 120.000.

Perdana Menteri Benjamin Netanyahu mengatakan awal bulan ini bahwa tujuannya adalah untuk memastikan pembebasan para sandera yang tersisa dan menjamin Hamas serta militan lainnya tidak akan pernah lagi mengancam Israel.

Bayang-bayang Kengerian Baru di Gaza

Perang di Gaza dimulai ketika militan Palestina yang dipimpin Hamas menyerang Israel pada 7 Oktober 2023. Israel mengklaim serangan itu menewaskan sekitar 1.200 orang, sebagian besar warga sipil, dan menyebabkan 251 lainnya diculik. Sebagian besar sandera telah dibebaskan dalam gencatan senjata atau kesepakatan lainnya.

Hamas mengatakan mereka hanya akan membebaskan sisanya dengan imbalan gencatan senjata permanen dan penarikan pasukan Israel.

Rencana serangan ke Kota Gaza dan kamp-kamp di pusat wilayah itu telah meningkatkan kecaman internasional terhadap Israel dan memicu kekhawatiran akan terjadinya pengungsian massal lagi di kalangan warga Palestina.

Ratusan ribu orang yang terlantar saat ini berlindung di kota itu dan di sanalah sebagian infrastruktur penting terakhir di Gaza masih tersisa.

Para mediator dan Hamas menyatakan telah mencapai kesepakatan mengenai syarat-syarat gencatan senjata. Namun, tanggapan Israel masih belum jelas karena sejumlah anggota koalisi Netanyahu menolak kesepakatan bertahap yang dinilai tidak benar-benar menuntaskan kekalahan Hamas.